Chapter 54. I See You

1102 Kata

Kenzo menatap keluar jendela mobil. Mengamati setiap bangunan yang mereka lewati dengan kehampaan. Hanya satu yang ada dalam kepalanya, Zahra. Sesekali dia meremas jemarinya. Mobil yang melaju cepat, seakan bagai kura-kura dengan tempurung besar yang menghambat geraknya. Jika dia adalah pria setahun lalu, mungkin dia akan melubangi kepala Sang Sopir dan mengambil-alih kemudi. Kenzo tersenyum saat membayangkan kegilaan itu. Dia tak ingin lagi dikendalikan oleh Iblis. Seperti kata Syeh Husein, dia adalah manusia yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari makhluk hina itu. Setelah berjam-jam lamanya, barisan bukit hijau mulai terlihat. Pepohonan menjulang ke angkasa dengan rimbun daunnya. Terdengar nyanyian riuh menghuni dahan, saling bersahutan. Sungai di sisi jalan, dialiri air yang begitu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN