Kenzo menepikan Lykan di halaman pesantren Syeh Husein. Bukan sekedar untuk mencari istrinya, namun juga berpasrah diri dan melebur semua dosa. Syeh Husein pun menyimpan tanya akan kehadiran laki-laki itu di sana. Bukankah seharusnya dia kembali ke rumah bersama Zahra? Semua tanya hanya akan terjawab jika dia mendekat dan mendengar. "Kau kembali?" tanya lirih, yang bersambut dengan gerak merendah Kenzo. Pria itu menekuk kaki kiri, membiarkan betisnya menyentuh tanah dan membentuk siku. Sementara kaki lain yang juga tertekuk, kini menjadi sandaran lengan kanannya. Seorang Pengawal yang menghadap Sang Raja, seperti itulah dia sekarang. Untuk kedua kalinya dia berlutut di hadapan manusia. Zahra dan sosok pria yang akan menjadi penuntun jalan hijrahnya. "Bantu aku untuk kembali ke jalan-Nya

