Chapter 30. Pernikahan Palsu

1880 Kata

Pajero menepi di depan toko perhiasan yang cukup ternama di Jakarta. Zahra menatap kikuk sebab tidak begitu suka perhiasan. Dia sendiri ragu apakah bisa memilih sepasang cincin yang tepat. Sejak kecil, Dayu yang selalu memilihkan benda mahal itu untuknya. Kenzo membukakan pintu mobil untuk Zahra. Pria itu tersenyum sangat manis. Zahra seperti tuan putri yang disambut sang Pangeran. "Kamu bisa memilih cincin yang kamu suka," ucap Kenzo. Zahra menatap mata indah itu. Tersirat sejuta arti yang tak terucap. "Aku tidak begitu suka perhiasan. Jadi, kamu saja yang memilihnya." Kenzo mengangkat alis, lalu menipiskan senyum. “Apa kau yakin?" Mereka jalan beriringan. Pintu kaca terbuka secara otomatis. Kehadiran Kenzo sontak menjadi perhatian kaum wanita di sana. Postur dan paras menawan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN