Pajero menepi di depan toko perhiasan yang cukup ternama di Jakarta. Zahra menatap kikuk sebab tidak begitu suka perhiasan. Dia sendiri ragu apakah bisa memilih sepasang cincin yang tepat. Sejak kecil, Dayu yang selalu memilihkan benda mahal itu untuknya. Kenzo membukakan pintu mobil untuk Zahra. Pria itu tersenyum sangat manis. Zahra seperti tuan putri yang disambut sang Pangeran. "Kamu bisa memilih cincin yang kamu suka," ucap Kenzo. Zahra menatap mata indah itu. Tersirat sejuta arti yang tak terucap. "Aku tidak begitu suka perhiasan. Jadi, kamu saja yang memilihnya." Kenzo mengangkat alis, lalu menipiskan senyum. “Apa kau yakin?" Mereka jalan beriringan. Pintu kaca terbuka secara otomatis. Kehadiran Kenzo sontak menjadi perhatian kaum wanita di sana. Postur dan paras menawan

