Chapter 29. Awakening

1233 Kata

Kenzo memasuki kafe dengan senyum yang tak lepas di wajah. Dia tak sabar untuk menanti hari pernikahan itu dan membayangkan ekspresi ketakutan Zahra yang akan dia ciptakan. Dia akan memeluk gadis itu dalam cengkeraman kegelapan. Semua karyawan kafe itu saling menatap dan mulai menggosipkan wajah bosnya yang berbeda. Salah satu sifat manusia, mereka tak pernah bisa jauh dari gibah. Setiap obrolan pasti terselip gibah di dalamnya. Apa pun yang dilakukan oleh orang lain, seolah menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. "Ken." Krisna tak mendapat tanggapan dari pemilik ruang. Ingin rasanya dia melempar sepatu ke arah Kenzo yang masih cengar-cengir sendiri. "WOI!" Kenzo terperanjat dari kursi. Telinganya berdengung akibat ulah Krisna. Sikap siaga sontak dia lakukan. "Kamu gila,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN