Ingatan Zahra tentang malam itu, masih terlihat jelas. Bagaimana suaminya meronta dan ingin terbebas dari pesantren, membuat dadanya kembali sesak. Terlebih saat dia terngiang akan tatapan mata Kenzo kala mencekik leher Syeh Husein. Luka dalam hatinya, kembali terbuka. Selama ini, hanya satu ketakutannya. Akankah suaminya melakukan hal yang sama? Apa dia akan meluapkan kemarahannya pada Syeh Husein atau kepada para santri. Ketidak-percayaan itu terus mengusik harinya. Namun, setelah apa yang dikabarkan Ummi Aqila pagi ini, menghadirkan kelegaan dalam benak Zahra. Kenzo telah diizinkan pulang. Euforia dalam hatinya tak tertahan. Dia yakin, ada perubahan besar pada sosok pria yang penuh dendam itu. Semoga, apa yang diharapkan, benar adanya. Kenzo telah melupakan semua dendamnya

