Chapter 50. Sandiwara

1283 Kata

*** Minggu ke minggu, sosok pria yang terbiasa menggunakan setelan jas lengkap dengan dasi, kini terlihat santun dengan koko putih walau celana bahan yang menjadi temannya. Dia terlihat ramah dan santun dengan senyum yang sesekali terlihat di wajah. Amarah dan kerinduan yang mendera pun, terkendali dengan sempurna di balik ketenangan yang dia miliki. Pria cerdas itu, bisa beradaptasi dengan mudah di lingkungan pesantren. Diam saat mendengar ceramah, fokus saat mengikuti arahan Syeh Husein dan membaca Kitab Suci, kini tak lagi menjadi hal yang sulit untuknya. Walau sedikit malas, tetapi Kenzo bisa melafazkan setiap lengkung huruf dengan benar. "Aku tidak menyangka kamu adalah sosok yang baik dan menyenangkan," ucap Jamil di sela-sela pengajian yang diadakan oleh pesantren.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN