Stefan malah menggeleng dan memberikan senyuman secerah mentari yang sesaat lagi akan berpulang ke ufuk barat.
Tak lama kemudian, Jodi, Galih dan Herman ikut bergabung. Jodi memberikan rangkaian bunga nan cukup besar pada Stefan yang langsung Stefan persembahkan kepada Miya yang masih tidak tahu harus berbuat apa. Kamera sudah bertahta di wajah Herman, sedangkan Galih mengiringi peristiwa itu dengan alunan lagu 'Janji Suci' dari group vokal Yovie dan Nuno dari petikan gitarnya. Suasana semakin riuh, seiring dengan jantung Miya yang semakin berdentum.
Gadis itu mencoba menarik oksigen sebanyak-banyaknya, tapi tenggorokannya terasa begitu sempit.
"Maaf, Stef, tapi gue gak bisa."
Akhirnya kepala Miya menggeleng dan ia berlari dari kerumunan, meninggalkan Stefan yang masih menatapnya dengan tatapan tak percaya. Untuk beberapa saat Stefan terpaku dan menunduk dalam. Pikirannya buntu. Namun, tak lama kemudian kesadarannya kembali. Ia segera bangkit dan berusaha sekuat mungkin menahan rasa kecewa yang saat ini sedang ia rasakan.
"Jod, kejar Miya! Dia gak tau jalan, lagian bentar lagi kita mau balik ke Pari."
"Oke, Stef," jawab Jodi yang langsung mengambil langkah lebar-lebar.
Kerumunan perlahan terurai, meninggalkan Stefan yang kini terduduk sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. Sang surya perlahan merangkak menuju peraduannya di langit barat, menampilkan semburat jingga yang begitu indah. Orang-orang mulai bersiap menyaksikan pemandangan matahari terbenam dari atas jembatan cinta.
"Bro, are you okey?" Herman duduk di sebelah Stefan sambil merangkul bahu sahabatnya itu.