Aksi Stefan

305 Kata
Di pulau yang terletak puluhan kilometer dari lokasi Miya berada, Ahmad merasa kesal karena sejak semalam tidak bisa menghubungi Miya. Setibanya di Bali ia memang langsung menghadiri pertemuan penting dan disibukkan oleh rapat sana-sini, yang membuatnya tidak bisa langsung menelepon Miya. "Miya ke mana, sih! Kenapa gak diangkat?" keluh Ahmad sambil mengacak-acak rambut. "Apa jangan-jangan dia berubah pikiran lagi? Ya Tuhan, Sayang, please aku butuh kamu di hidupku. Tolong jangan tinggalin aku." Lelaki yang kini berstatus suami Angel itu merengek seperti anak kecil. Ia bahkan tidak terpikir sama sekali untuk menghubungi Angel. Di pikirannya hanya ada Miya seorang. Padahal di rumah, Angel pun merasakan kegalauan yang sama seperti apa yang sedang Ahmad rasakan. Ia tidak bisa menghubungi sang suami sejak kepergiannya ke Bali tadi pagi. Beberapa kali panggilan dari Angel selalu diabaikan oleh Ahmad. Bahkan kini ia sudah memiliki ponsel lain yang khusus ia gunakan untuk menghubungi Miya sehingga pelan-pelan, nama Angel kian tersingkir dari hatinya. Keesokan paginya pun sama. Setelah bangun tidur pukul 05.00 WITA, Ahmad langsung menghubungi Miya dan lagi-lagi tidak diangkat. Di atas jembatan cinta, Miya membelalak . Bola matanya seakan-akan ingin keluar dari liangnya. "Stefan, ngapain, si? Cepat bangun!" "Miya, gue gak akan berdiri sebelum lo jawab iya." "Stefan! Gak usah macem-macem, deh. Malu tau!" Miya memandang sekeliling. Beberapa orang yang berada di sana mulai menyemuti Stefan yang tengah berlutut di depan Miya. Sorai dukungan pun mulai terdengar, meminta agar Miya menerima lamaran Stefan. Bahkan ada yang mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel pintar. "Terima! Terima!" Air muka Miya mendadak pucat. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk keluar dari situasi ini. Bagaimana mungkin ia menjawab iya sedangkan esok hari ia sudah berencana akan menikah dengan Ahmad. Lagi pula ia tidak memiliki perasaan apapun pada Stefan. Rasa sayangnya hanya sebatas sebagai seorang sahabat. Namun, untuk menolaknya, apakah ia tega? "Stef, please bangun!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN