Dia buru-buru kembali ke mobil dengan membawa Mia yang saat ini dalam keadaan tidak sadar. Dia bersandar pada lengan Dimas. Wajah cantiknya tampak pucat, dia sudah tidak bisa melakukan perlawanan apa pun lagi. Dulu, Mia adalah gadis penurut dan mudah untuk di manipulasi, tetapi sekarang wanita polos itu berubah ganas, pemberani, membantah semua permintaan Dimas, melakukan semua hal atas dasar keinginan, bukan atas dasar perintah. Mengingat Mia menentang semua perintah yang diberikan, seketika wajah kasihannya berubah kepuasan. "Buka pintu!" Perintah Dimas dengan suara dingin kepada kedua anak buahnya. Pengawal itu yang menerima perintah segera mengambil dua lngkah ke depan, lalu membuka pintu di bagian penumpang. Dimas membungkuk, memasukkan Mia ke dalam mobil lalu ia pun bangkit, tiba

