Chapter 22

1110 Kata

Bab 24 Haruskah Berpisah? Hujan di luar semakin deras. Diselingi kilat dan guntur yang menggelegar. Lampu rumah padam dan Rumi merasa sangat was-was karena suaminya belum pulang. Ini sudah pukul sebelas malam dan Angkasa tak pernah pulang selarut ini tanpa memberi tahu. Lampu emergency besar hanya terpasang di tengah rumah, sedang untuk penerangan kamar, Rumi menggunakan lampu emergency kecil yang kini mulai redup. Mati lampu sudah sejak jam delapan tadi, hingga sudah tiga jam lampu itu dipakai. Tentulah kelamaan dia akan redup. Untunglah bibik memberikan dua buah lilin berikut korek api, untuk berjaga-jaga saja jika lampu tak kunjung nyala. Rumi menghubungi suaminya, tetapi nomor itu tak aktif. Ia kian cemas dan khawatir. Rumi mengirimkan pesan pada mertuanya, menanyakan apa ada Angka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN