Bab 23 Malam Ternoda Milik Tiara Tiara sudah berada di dalam bus menuju Bali. Titisan air hujan yang membasahi jendela membuatnya tidak bisa menatap dengan jelas pemandangan di luar sana. Air turun dengan sangat deras dan pendingin bus yang ditumpanginya membuat tubuhnya menggigil. Tiara mengaitkan kembali risleting jaketnya, berusaha mengusir dingin yang menusuk tulangnya. Telapak tangannya ia letakkan di atas perut yang di dalamnya sudah ada janin yang berusia tiga bulan. Bayi yang ada karena kesalahannya dan juga seorang lelaki yang bernama Bari. Tidak seharusnya ia terpedaya dan tunduk pada lelaki yang sudah menjadi pacar adiknya itu. Perasaan yang semakin ia usir, maka semakin kuat. *** Malam selepas salat magrib, terdengar Rumi yang mengetuk pintu kamar tidur Tiara. Adiknya sud

