Bab 36 Permohonan Maaf Angkasa Matahari terbenam dan sinar senja masuk ke dalam ruang perawatan VIP Rumi. Angkasa sengaja belum menutup tirai jendela, karena senja begitu indah dan teduh di depannya. Perlahan warna keemasan itu memudar, digantikan dengan gelapnya langit malam. Angkasa duduk di tempat tidur rumah sakit, persis di ujung kedua kaki Rumi. Wanita itu masih saja terlelap dengan wajah pucat dan nampak sangat ringkih. Istrinya itu meringkuk di balik selimut. Membiarkan sinar senja menerpa tubuh Rumi yang tertutup selimut. Pria itu berdiri, hendak berjalan ke kamar mandi. “Bang,” suara Rumi terdengar lemah. Angkasa menghentikan langkahnya, lalu berjalan mendekat pada istrinya, “Kita ada di mana?” tanya Rumi dengan suara lemah. “Di rumah sakit. Apa kamu masih pusing?” tanya An

