Suara tawa gadis kecil bernama Kiara kini terdengar memenuhi seisi rumah. Gadis kecil itu terlihat lincah saat berlarian mengejar bola yang menggelinding di lantai ruang tengah. Namira tersenyum melihat Kiara. Sesekali gadis yang sudah berhijab itu bertepuk tangan untuk menyemangati Kiara saat mengambil bola. "Ayok Kiara, lempar kesini bolanya..." serunya dengan semangat. Kiara tertawa melihat Namira bertepuk tangan. Dengan sekuat tenaga Kiara mencoba melempar bola karet berwarna merah yang ada di tangannya tersebut ke arah Namira. "Satu ... Dua ... Tiga..." Setelah mendapat aba aba dari Namira, kini Kiara melempar bola itu ke arah Namira. Karena kekuatan Kiara terbatas akhirnya bola itu hanya terlempar di bawah kakinya saja. "Hore ... Kiara pinter bisa lempar bola sendiri ...

