59 Sore itu langit sangat cerah. Hal yang jarang terjadi di area kediaman Husni itu kami sambut dengan sukacita. Aku mengganti celana jin dengan training berbahan kaus yang dibelikan Kak Eza, sepasang dengan Arman hanya beda warna. Punyaku abu-abu dan punya Arman hitam. Husni meminta kami melepas sandal dan sepatu. Berdiri berderet dua barisan dan menghadap ke arahnya. Aku kali ini berpasangan dengan Indra, bosan beradu dengan Arman karena sudah sama-sama tahu trik masing-masing. Ujang yang kali ini menjadi instruktur mengajarkan gerakan yang berbeda dari minggu lalu. Kali ini lebih banyak gerakan kaki dan membuatku tersenyum karena kekuatan utamaku berada di kaki. Tiga kali pengulangan dan kami diminta untuk langsung praktek dengan teman masing-masing. "Fai, jangan dendam kesumat,

