60 Jalan yang kami lalui ternyata masih berupa tanah. Untungnya karena di tempat ini kering, jadi tidak ada area yang becek dan mempermudah kaki melangkah. Tidak ada yang membuka percakapan karena kami sama-sama fokus dalam bergerak. Kian jauh memasuki lorong ini bisa kurasakan kalau jalan mulai menurun hingga kaki menjejak ke tanah padat yang dibentuk mirip tangga dengan pegangan bambu di dinding bagian kanan. Menuruti intuisi aku menyalakan fitur video pada ponsel dan merekam perjalanan sambil berbisik menceritakan tentang apa saja yang kami lalui, mungkin nanti bisa jadi kenangan buatku, bahwa pernah melakukan hal berbahaya seperti ini. "Stop!" titah Husni sambil mengangkat tangan kiri. "Ini jadi bercabang jalannya, kumaha?" tanyanya sambil menoleh. "Fai, ada petunjuk nggak?" Arm

