Meninggal?

1508 Kata

61 Suara benda beradu diiringi pekikan terdengar dari lapangan antara rumah rahasia ini dengan rumah utama. Jantungku berdegup kencang karena menyaksikan pertarungan tidak seimbang antara tim kami dan pihak lawan. Husni dan Heru langsung menyerbu ke sana, sementara Arman bergerak mendekati sesosok pria yang tengah terbaring di rerumputan. "Dika!" seru Arman sambil berjongkok dan mengangkat tubuh Dika. Aku membeliakkan mata ketika menyadari bila jaket Dika telah basah dan bau amis menyebar. Aku berjongkok dan menempelkan jari telunjuk ke bawah hidung Dika, menghela napas lega karena ternyata dia masih hidup. "Kamu bawa dia ke mobil, Man," pintaku. "Mungkin kelompok Hendi sudah sampai," sambungku. "Kamu nggak ikut?" tanya Arman. "Aku mau membantu teman-teman kita." "Jangan! Lebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN