66 Malam menjelang dengan keceriaan langit. Rembulan bersinar dengan terangnya dan jutaan bintang seakan-akan tengah menari di langit gelap. Angin berembus lembut dan menyapu sedikit keringat yang muncul akibat obat pereda nyeri yang dikonsumsi. Aku berdiri di balkon atas. Berpegangan pada pagar besi sambil memindai sekitar. Ada kelegaan tersendiri telah kembali ke sini, sebab bila masih di Cicurug mungkin aku harus mengurus diri sendiri yang belum bisa terlalu banyak bergerak. Jangankan untuk beraktivitas, untuk turun naik tangga saja aku masih sering kehabisan napas dan nyeri di bekas operasi. Sudah tiga hari menjadi pasien khusus Mami dan Early, sudah tiga hari pula aku dan Isna berjauhan. Kendatipun setiap hari kami selalu berbalas pesan ataupun melakukan sambungan video jarak jau

