Perayu Ulung

1537 Kata

57 Pada awalnya kupikir acara selamatan sederhana itu hanya dihadiri teman-teman Isna, tetapi ternyata kedua orang tua dan sanak saudaranya pun hadir. Bahkan, kedua orang tua Heru juga datang. Semenjak baru tiba hingga acara usai, aku mati gaya. Tidak berani untuk mendekati Isna yang sepertinya sengaja dikawal Pak Iwan. Kesempatan ini tentu saja sangat menguntungkan bagi Heru karena hanya dia yang bisa bergabung di meja khusus keluarga. Aku memaksakan diri untuk tetap makan meskipun hati panas, tentu saja karena iga bakar di restoran ini benar-benar enak. Pasukan huru-hara tukang makan bahkan sudah bolak-balik entah berapa kali ke meja prasmanan. Benar-benar aji mumpung! "Kang." Suara lembut itu terdengar dari belakang. "Makasih, ya, udah mau datang," ucap Isna, sesaat setelah duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN