Mendadak Nikah

1333 Kata
"Jangan gila, Pak!" Sea yang mulai sadar pun langsung melepaskan diri dari kungkungan pria itu dengan nafas masih terengah ia lalu bersandar pada kepala ranjang. Rayyan tampak menggelengkan kepalanya lalu tersenyum penuh arti. "Di sini gerah," ucap Rayyan lalu melepaskan satu persatu kancing kemeja yang ia pakai dan membuang kain berwarna navy itu ke sembarang arah. Sea menenggak susah salivanya. Sebagai wanita normal tentu dia akan tergiur dengan pemandangan indah di depannya ini, roti sobek berkotak enam memang sangat menggairahkan. "Ngapain buka baju sih, Pak," ketus Sea lalu memalingkan muka ke arah sekitar. Malu dan takut kepergok Rayyan tengah memperhatikan otot perutnya yang kekar itu. Rayyan pun menaikkan sebelah alis matanya. "Kenapa, kamu suka kan sama perut sixpack saya?" ujar pria itu tersenyum penuh percaya diri. "Bapak, ini lama-lama bikin saya naik darah ya," dengus Sea kesal masih belum mau menatap pria itu. Tentu saja mana mungkin Sea mau mengakui yang sebenarnya. Rayyan pun terlihat mengedikkan bahunya sekilas, ia seolah tidak peduli dengan apapun yang diucapkan wanita itu. Bahkan kini tanpa rasa canggung Rayyan pun langsung menjatuhkan kepalanya tepat di pangkuan Sea. "Saya lelah dan ngantuk, sebaiknya kita tidur sekarang," ucap Rayyan dengan mata yang mulai terpejam. "Nggak!" tolak Sea dengan begitu tegas. "Bapak pikir saya wanita apa?" rasa sabar Sea sepertinya mulai habis, terlihat jelas kali ini wanita itu sudah bisa menahan amarah di dadanya yang siap meledak. Dengan satu kali dorongan pada bahu pria itu, Sea pun berhasil menyingkirkan kepala Rayyan dari pangkuannya, perlahan Sea pun beringsut dari atas ranjang seraya berkata. "Saya mau keluar. Bapak, silahkan tidur." "Heh, mau kemana kamu?" cegah Rayyan cepat, ia pun melakukan gerakan yang sama beringsut dari duduknya dan hendak menyusul Sea yang sudah keluar kamar lebih dulu. Namun, langkah Rayyan terhenti saat melihat Sea yang tengah berdiri mematung tepat di depan ruang tamu. Saat itu juga Rayyan begitu terkejut kala melihat beberapa orang tengah menatap tajam dirinya termasuk bu Ella. "Sea, apa yang kalian lakukan di kamar?" tegur bu Ella dengan mata yang mulai memerah karena marah. "Pasti mereka abis melakukan zina di kamar itu," sambar seorang seorang pria yang mencoba memprovokasi keadaaan. Sea menggelengkan kepalanya lemah. "Aku nggak ngapa-ngapin Bu, sumpah." Ia pun mengalihkan pandangannya menatap pemuda itu dengan kesal. "Heh, jangan sembarangan ngomong sebelum tahu kenyataannya kayak gimana!" Sea tentu kesal dituduh berzina padahal ia tidak pernah melakukan hal itu. "Ah udah mana ada maling ngaku. Bisa-bisa penjara penuh. Udah kawinin aja mereka sekarang," ucap seorang pria yang berdiri tepat di samping pak RT. Pria itu adalah ketua dari karang taruna. "Kurang ajar ya kamu," hardik Sea marah dengan kata yang melotot sempurna. "Cukup! Sea berhenti jangan buat ibu tambah malu. Cepat kesini," ucap Bu Ella kesal, kini ia pun beralih menatap Rayyan seraya berkata. "Dan kamu cepat pakai baju, ada sesuatu hal yang harus kita bahas." Bu Ella tampak memijat kepalanya yang mulai pening. Seharian ini masalah seolah datang bertubi-tubi menghampirinya. Satu jam yang lalu saat bu Ella hendak tertidur, pintu rumahnya pun di ketuk seseorang karena penasaran siapa tamu yang datang beliau pun langsung membukakan daun pintu itu. Dan betapa terkejutnya bu Ella saat melihat segerombolan orang beramai-ramai mendatangi rumahnya. Ternyata, mereka mencurigai sebuah mobil mewah yang terparkir rapi di halaman rumah Bu Ella. Sebagai warga yang taat akan peraturan tentu mereka akan menolak tegas siapapun warga yang membawa orang lain menginap tanpa melapor dulu pada ketua RT setempat. "Maaf Bu Ella. Apa benar Sea datang dan membawa pria dari kota untuk diajak bermalam di sini?" tanya pak RT to the point saat melihat bu Ella yang sudah berdiri di depan pintu. Bu Ella tak bisa mengelak karena memang begitulah kenyataanya. "Iya Pak. Teman Sea datang dari kota dan berniat bermalam di sini. Tapi Bapak tenang saja saya jamin mereka tidak akan berbuat macam-macam di sini karena nanti pun Sea akan tidur bersama saya." Seolah tau apa yang akan dikatakan pak RT, bu Ella pun langsung melakukan pembelaan terhadap tindakannya yang telah mengizinkan tamu cucunya menginap di rumah ini. "Mana mungkin Pak, Bu. Palingan ntar Ibu tidur si Sea menyelinap masuk ke dalam kamar pacarnya yang ada mereka langsung nana ninu," bisik-bisik para pemuda yang kini ikut berdiri tepat di belakang pak RT. Bu Ella tampak menggelengkan kepalanya cepat. "Saya berani jamin, Pak. Cucu saya tidak akan melakukan hal itu. Saya tau bagaimana watak Sea." Bu Ella tidak terima dengan tuduhan para pemuda karang taruna itu. "Saya janji akan." Ucapan bu Ella pun terputus saat mendengar pintu kamar terbuka, ia pun menoleh seketika ke arah sumber suara begitupun para tamu di belakangnya. "Tuh kan saya bilang juga apa. Sea pasti udah nana ninu sama pacarnya. Itu buktinya mereka keluar dari kamar bersamaaan dan laki-lakinya juga belum pake baju," ucap ketua karang taruna itu menggebu-gebu. Ia merasa menang karena memang tebakannya benar. "Udah Pak RT. Kita arak aja mereka keliling kampung. Zina Pak RT, kampung kita bisa kena sial nanti," usul salah satu anggota karang taruna yang lain. Pak RT tampak mengangkat kedua tangannya di udara, mencegah para warga yang hendak membuat keributan di tempat ini. "Sabar, sebaiknya kita bicarakan masalah ini dulu secara baik-baik," ujar pak RT bijaksana lalu meminta warganya untuk tenang sejenak. Bu Ella hanya bisa pasrah dan meminta pak RT juga dua orang pemuda karang taruna untuk masuk ke dalam rumahnya. Sementara sisanya menunggu di teras. Bu Ella sendiri sangat terkejut saat melihat Sea keluar dari dalam kamar bersamaan dengan Rayyan. Tadinya bu Ella pikir Sea sudah tertidur pulas di kamarnya. Jika sudah seperti ini mengelak pun tidak bisa karena barang bukti sudah nyata di depan mata. "Bu, kami nggak ngapa-ngapain. Tadi Pak Rayyan buka baju karena gerah. Sumpah, makanya nggak lama aku keluar kamar." Sea langsung menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Ia tidak mau kalau sampai di arak keliling kampung. "Bukti sudah kita lihat dengan mata kepala sendiri. Sekarang si Teteh nggak bisa mengelak lagi." Pak RT pun mulai membuka suara. "Maaf Bu Ella, sesuai peraturan di kampung ini siapapun yang ketahuan berzina di sini hukumnya wajib di nikah kan saat ini juga," tegas Pak RT yang tengah mengingatkan tentang peraturan di kampung "suka sejati" ini. Peraturan yang telah dibuat selama bertahun-tahun lamanya. "Enak aja Pak RT kalau ngomong. Mana ada saya berzina. Itu namanya fitnah, Pak." Sea masih terus membela diri. Hilang sudah rasa sopan santun nya orang yang lebih tua, bahkan tadi Sea pun sempat menunjuk-nunjuk wajah pak RT dengan jari telunjuknya. "Sea, jaga sopan santunmu!" hardik bu Ella dengan mata menyalang marah. Ketua karang taruna itu pun kembali bersuara. "Yang tegas dong Bu, sama cucunya. Apa ibu mau nasib Sea sama seperti mami nya dulu yang suka." "Cukup! Stop jangan dilanjutkan lagi" potong Bu Ella cepat, ia tidak mau rahasia besar yang selama ini ditutupi terbongkar begitu saja. Biarlah itu semua menjadi bagian masa lalu, ia tidak akan membiarkan Sea mengetahui hal itu. "Jadi bagaimana Bu Ella keputusannya?" Pak RT pun kembali mengingatkan. Bu Ella menghela nafasnya pelan lalu mengangguk seketika. "Saya akan menikahkan mereka malam ini juga." Keputusan yang Bu Ella ambil ini final. Toh tadi Rayyan sempat meminta izin menikahi Sea. Menurutnya sekarang atau besok sama saja, pada akhirnya mereka pun akan tetap sama menikah juga. Sea menggelengkan kepalanya cepat sebagai tanda protes. "Nggak mau Bu. Aku nggak mau nikah malam ini apalagi pake acara di grebek kayak gini." Ia terus merengek meminta sang nenek membatalkan niatnya itu. "Sayang, tenanglah." Rayyan yang sedari tadi diam saja kini pun angkat bicara. Pria itu pun tampak tengah mengelus lembut puncak kepala Sea sambil berkata. "Saya akan bertanggung jawab. Malam ini saya akan nikahi kekasih saya. Sesuai dengan keinginan kalian," jawab Rayyan dengan suara yang tegas dan begitu lantang. Dengan adanya masalah ini ia pun menjadi senang. Rayyan tak perlu susah payah lagi meminta Sea menjadi istrinya. Sea melotot tajam menatap pria itu. Bukan melakukan pembelaan Rayyan malah terlihat pasrah dan seolah mau nikah kan dengan cara di grebek seperti ini. Sea tidak habis pikir dimana akal sehat pria tampan itu. "Rayyan b******k, kurang ajar, bodoh!" berbagai umpatan kesal pun Sea ucapkan di dalam hatinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN