Rombongan orang-orang guild, mulai memasuki daerah Angrissa. Di depan pintu masuk menuju Angrissa sudah ada seorang pria memakai armor berwarna putih. Dia adalah Hugo merupakan komandan dari orang-orang guild.
Hugo memiliki sifat tegas dan serius, ideologinya yang selalu ingin menegakkan keadilan merupakan salah satu motivasi bagi para anggota guild. Dulu dia adalah seorang petualang yang berhasil mengalahkan berbagai monster. Dia bahkan pernah menyelamatkan kerajaan Angrissa dari serangan beberapa monster, semenjak saat itu dia menjadi pahlawan.
Kini dia menjadi Komandan guild setelah diangkat oleh guild master kerajaan Angrissa.
“Bagaimana investigasi kalian?” tanya Hugo kepada rombongan guild.
Seorang pria turun dari kuda dia adalah Duran, yang ditunjuk oleh Hugo untuk menjadi kapten investigasi menuju desa Veja. Sikap Duran yang sangat serius dia merupakan orang yang paling mengagumi Hugo.
“Komandan, kami sudah menginvestigasi desa Veja. Desa itu hancur akibat serangan Mystical White Dragon,” jelas Duran dengan wajah yang sedikit sedih dan kesal. Karena terlambat menyelamatkan orang-orang dari desa Veja.
“Apa! Mystical White Dragon kata mu.” Hugo terkejut mendengar apa yang disampaikan Duran. Lalu Hugo bertanya, “Apakah tidak ada yang selamat?”
“Ada, cuma satu orang anak kecil disana.” Duran menunjuk ke arah Arslan yang berada diatas kuda bersama salah satu orang guild.
Hugo berkata sambil melihat Arslan yang saat itu masih pingsan. ”Hmm… Begitu rupanya, bawa dia ke ruang istirahat!”
“Baik Komandan!” ucap Duran sambil menundukkan kepalanya.
Kemudian Duran dan rombongan guild, pergi menuju tempat Tranquilina yang merupakan tempat tinggal dan pelatihan bagi mereka yang menjadi anggota guild. Arslan dibawa kesalah satu kamar di sana.
“Kapten Dura. Lalu setelah ini apa yang harus kita lakukan,” tanya salah satu orang anggota guild yang ikut menemani Duran mengantarkan Arslan ke kamar.
“Untuk sekarang kita tinggalkan dia di sini! Nanti aku akan menemuinya lagi dan kalian kembalilah mengerjakan tugas kalian masing-masing.” Duran memberikan perintah untuk para anggota guild yang ikut menemaninya.
“Baik!”
Lalu para anggota guild lainnya pergi, dari kamar. Duran mengamati Arslan yang terbaring tidak sadarkan diri.
“Pasti dia mengalami hal yang berat akibat kejadian tadi.”
Duran juga pergi meninggalkan kamar, untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tiga puluh menit kemudian, Arslan bangun. Dia merasa bingung karena tiba-tiba sudah terbangun di sebuah kamar.
“Aku di mana?” ucap Arslan sambil melihat setiap sudut ruangan kamar.
Lalu pintu dibuka oleh Duran, dia juga membawa buah-buahan di tangannya.
“Ohh kau sudah bangun rupanya!” kata Duran sambil berjalan mendekati Arslan.
Arslan menatap heran kepada Duran. “Di mana aku?”
“Kau kami temukan di desa mu yang hancur.”
Pupil mata Arslan membesar, dia terkejut disertai rasa merinding di tubuhnya.
“Jadi itu bukan mimpi,” kata Arslan sambil menatap lantai, karena dia masih syok dengan kejadian yang dia alami.
“Bukan! Itu kenyataan,” ungkap Duran dengan nada serius.
Arslan masih tidak percaya dengan apa yang di alaminya, dia hanya terdiam.
Duran melirik ke arah Arslan lalu mengedipkan kedua matanya. “Sekarang kau berada di Tranquilina, tempat anggota guild kerajaan Angrissa.”
“Tranquilina, kerajaan Angrissa,” gumam Arslan, pandangannya masih menatap lantai.
“…Untuk sekarang kau bisa tinggal di sini, kau juga bisa menjadi anggota guild jika kau mau.”
Arslan menoleh ke arah Duran, “Satu hal yang ku ingin tanyakan. Kenapa desa ku harus hancur.” Dia berkata dengan tatapan kosong.
“Pasti dia mengalami trauma yang berat aku bisa melihat dari pandangan matanya.” Lalu Duran berkata, “Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu, tetapi satu hal yang ku tahu. Bahwa desa mu menjadi korban keganasan Mystical White Dragon.”
“Mystical White Dragon! Begitu rupanya.” Arslan kemudian terdiam sejenak. “Aku akan mencari Dragon itu dan membunuhnya.”
Tatapan Arslan menjadi penuh amarah dan kebencian. Lalu dia menatap Duran dengan tatapan itu. “Apakah aku di sini bisa menjadi kuat dan hebat.”
“Uhh” Duran terkejut melihat perubahan sikap Arslan, “Tentu jika kau berlatih dengan keras maka, kau bisa menjadi kuat dan hebat.”
Arslan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. “Baiklah kalau begitu aku akan berlatih dan menjadi hebat.”
Tekad Arslan sangat jelas terlihat di wajahnya.
“Luar biasa, anak ini bukan sedih dan depresi malah dia menjadi lebih bersemangat.”
Duran yang melihat sikap Arslan menjadi kagum, karena tidak mudah bagi seorang anak yang baru berumur belasan tahun menerima kenyataan yang pahit.
“Kalau begitu siapa nama mu?” tanya Duran.
“Nama ku Arslan,” jawab Arslan.
“Baiklah Arslan mulai dari sekarang kau akan menjadi anggota guild.”
Arslan hanya mengangguk.
“Mari kita keluar, akan ku ajak kau berkeliling!”
“Baik.”
Arslan, dengan begini menjadi salah satu anggota guild dari Tranquilina. Perjalanannya baru saja dimulai dari sini. Nantinya dia akan menjadi seorang Ksatria hebat yang memiliki tekad dan tujuan yang kuat.