Latihan

1459 Kata
Di dalam ruangan itu terlihat, orang-orang guild sedang melakukan latihan pedang. Seorang pria dari kejauhan datang menghampiri Arslan dan Duran.   “Yo! Duran,” sapa pria itu kepada Duran sambil berjalan ke arah mereka.   “Hooh… Lama tidak berjumpa Astro.” Duran mengulurkan tangannya kepada Astro, lalu mereka bersalaman.   “Ya, hahaha kau sekarang sudah menjadi Kapten yang hebat.” Astro berkata dengan suara yang cukup keras sambil menepuk belakang tubuh Duran dengan berkali-kali.   “Hehehehe, terimakasih.”  Duran tersenyum tetapi dia kelihatan kesakitan karena tepukan itu.   “Siapa ini Duran?” tanya Astro sambil menunjuk ke arah Arslan.   “Oh dia adalah Arslan, dia datang ke sini untuk menjadi seorang Blade Master,” jelas Duran kepada Astro.   “Salam kenal nama ku Arslan.” Arlsan memperkenalkan dirinya kepada Astro.   “Begitu ya, tetapi apakah kau yakin Duran.” Astro meragukan Arslan yang masih muda, apakah bisa melakukan latihan untuk menjadi Blade Master.   “Kenapa?” Duran bertanya dengan heran.   “Iyaa kau lihat dia, apakah tidak terlalu muda untuk melakukan latihan Blade Master. Berapa umurnya?”  Astro berkata dengan nada meremehkan Arslan yang waktu itu masih berumur 14 tahun.   “Umurnya 14 tahun.”   “Apa, kau tidak salah kan.” Astro tidak percaya mendengar umur Arslan baru berumur 14 tahun.   “Ada apa dengan pria ini sepertinya suka sekali meremehkan orang dari penampilan,” ucap Arslan dalam hatinya sambil melihat wajah Astro.   “Tidak,” jawab Duran dengan santai. “Tetapi aku percaya kepadanya.”   “Begitu ya, baiklah akan aku terima dia di sini.” Astro tersenyum lebar ke arah Arslan.   “Terimakasih banyak, mohon bantuannya.” Arslan berkata sambil membungkukkan tubuhnya. “Apa-apaan senyum pria itu sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.”   “Arslan kau berlatihlah dengan dia, Kalau begitu aku permisi dulu.”     Lalu Duran pergi, untuk melanjutkan tugasnya. Sekarang tinggal mereka berdua, yang ada di sana.   “Baiklah, sebelum kau memulai latihan mu. Perkenalkan dirimu terlebih dahulu.” Astro berkata dengan suara lantang.   “Baik, nama ku adalah Arslan, umur ku 14 tahun, dan aku suka mengamati sesuatu,” jelas Arslan dengan suara yang juga lantang. “Arslan, aku akan menanyakan satu hal. Kenapa kau memilih menjadi Blade Master?”   “Hmm… Itu karena aku lebih cocok dengan pedang mungkin.” Arslan menjawabnya dengan nada suara yang sedikit ragu.   “SALAH…” Astro berteriak dengan keras. Sampai gendang telinga Arslan berdengung. “Akan ku beritahu kau, menjadi seorang Blade Master bukan berasal dari s*****a apa yang akan kau pilih. Memang semua s*****a yang kau pilih akan membuat mu menjadi seorang Master dari s*****a tersebut, namun arti menjadi seorang Master adalah mereka yang memiliki keteguhan hati.”   “Keteguhan hati!”   “Iya, dengan kata lain mereka yang memiliki tujuan kuat untuk menggapai sesuatu. Contohnya Duran yang kau lihat tadi, dulu dia adalah orang yang bisa dibilang sangat payah. Tetapi karena tekadnya yang kuat sekarang dia menjadi seorang pria yang hebat. Jika kau datang ke sini hanya untuk mendapatkan sebuah gelar Blade Master, tanpa memiliki tekad yang kuat kau pasti hanya akan menjadi seorang pecundang yang tidak akan pernah memahami arti sebenarnya dari Master.”   Penjelasan Astro membuat Arslan terdiam sejenak.   Arslan teringat kejadian di desa Veja. “Aku ke sini, bukan hanya sekedar untuk melatih teknik berpedang ku. Tetapi juga aku ingin menjadi kuat untuk mampu mengalahkan Dragon yang telah menghancurkan desa ku.” Wajah Arslan berubah menjadi serius, api amarah terus bergejolak dalam hatinya.   “Bagus.” Astro tersenyum lebar ke arah Arslan. “Itu baru semangat,”   Arslan mengepal tangannya, “Akan aku buktikan pada dunia, bahwa aku bisa menaklukan dunia.”   Setelah obrolan mereka Astro mulai melatih Arslan. Latihan yang dilakukan seperti berlari untuk melatih stamina, memanjat tebing buatan untuk melatih mental, dan latihan pedang sebagai latihan ketangkasan.   “Huh… huh…” Arslan terguling di tanah, dengan napas yang terengah-engah.   “Hehahahaha…” Suara Astro tertawa terdengar dan mendekatinya. “Sepertinya kau sudah kelelahan sekali Arslan.”   “Kenapa pria ini, ingin mengejek ku ya!” Arslan merasa kesal dengan ucapan Astro yang seolah-olah mengejeknya. Padahal dia sedang kelelahan karena latihan yang baru saja dia lakukan.   “Kau akan melakukan latihan seperti itu tadi terus menerus, hingga kau pantas menjadi seorang Blade Master. Heahahaha… Berjuanglah.” Lalu Astro pergi dengan tertawanya yang sungguh besar.   “Huh… Entah sampai kapan aku harus begini,” ungkap Arslan sambil memandang langit.       Malam harinya, Arslan dipindahkan ke kamar  khusus untuk anggota yang melakukan latihan Blade Master. Kamar yang ditempatinya sangat jauh berbeda dari kamar sebelumnya saat dia di bawa pingsan dari desanya. Kamar yang kini dia tempati jauh berukuran 2x3.   “Hmm… lumayan juga kamar ini,” kata Arslan sambil memandangi seluruh sudut ruangan kamar.   “Oh iya waktunya aku mandi!” Arslan melepaskan pakaiannya dan pergi menuju tempat mandi, ruangan tempat berukuran cukup besar yang bisa menampung 7 sampai 8 orang. Sampai di sana Arslan harus menunggu beberapa anggota lain yang sudah mendahuluinya.   Arslan duduk termenung seorang diri, sambil menunggu anggota lain yang sedang mandi selesai. Tiba-tiba seorang laki-laki datang, dan duduk di sebelahnya.   “Hei apakah kau orang baru di sini?” Laki-laki itu mencoba menyapa Arslan.   “Hmmm…” Arslan menengok ke arahnya. “Iya aku baru di sini.”   “Ohh… Kalau begitu salam kenal namaku Moisels.” Moisels mengenalkan dirinya dengan senyuman sambil mengulurkan tangannya ke arah Arslan untuk bersalaman.   “Iya nama ku Arslan.” Arslan menjabat tangan Moisels.    Moisels merupakan anak muda berumur 18 tahun yang sudah berlatih di sana selama 2 tahun.   “Kenapa kamu ingin menjadi seorang Blade Master?” tanya Moisels.   “Hmm… Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu,” balas Arslan.   “Tidak aku hanya ingin tahu alasan mu, kalau aku karena tidak bisa menggunakan s*****a lain selain pedang,” jelas Moisels tentang alasanya menjadi seorang Blade Master.   “… Begitu, kalau aku sendiri, sebenarnya memiliki tujuan yaitu mengalahkan Dragon yang telah menghancurkan kampung halaman ku.” Wajah Arslan berubah menjadi serius dengan penuh amarah.   “Oh bagus kau sudah memiliki tujuan berada di sini.” Moisels berkata sambil tersenyum ke arah Arslan. Dia melihat tatapan Arslan yang memiliki ambisi yang besar. “Sepertinya dia memiliki tujuan dan tekad yang kuat.”   Lalu Arslan bertanya kepada Moisels, “Berapa orang yang mengikuti pelatihan di sini?”   “Kalau untuk Blade Master ada sekitar 36 termasuk dirimu. Untuk g*n Master  25 untuk pemanah dan 15 pengguna senapan.”   “Kalau Magic Master?”   “Magic Master 30 orang.”   “Oh begitu ya.”   “Di kerajaan Angrissa, memang Guild Tranquilina akan membuka pelatihan khusus bagi mereka yang mau menjadi anggota baru Guild atau menjadi seorang Petualang, setiap tahunya akan diadakan seleksi bagi kandidat baru, kandidat baru akan dilatih di sini, sesuai dengan talent yang mereka miliki. Dan setiap kandidat akan diuji selama dia di sini, seperti yang kita alami. Hingga satu tahun kandidat akan ditanya, masih mau melanjutkan atau berhenti. Kebanyakan kandidat baru akan berhenti karena berbagai faktor seperti latihan yang berat, kondisi tubuh yang lemah, dan kurang bermotivasi kalau sedang melakukan latihan.   “Para kandidat baru akan dilatih di sini selama 4 tahun setelah itu mereka akan melakukan ujian akhir, yaitu bertarung di depan Guild Master sebagai bukti hasil latihan mereka selama 4 tahun. Bagi mereka yang berhasil memenangkan pertandingan, akan di angkat sebagai anggota Guild Tranquilina. Sedangkan mereka yang kalah atau gagal dalam pertandingan biasanya akan memutuskan untuk menjadi seorang petualang. Dan latihan pertarungan bisa diikuti lagi untuk 4 tahun yang mendatang, bahkan para petualang yang tidak pernah melakukan pelatihan di guild juga bisa ikut dengan syarat mereka harus melawan beberapa senior anggota guild yang memiliki kemampuan tinggi.”   “Berarti, nanti kita akan melakukan pertandingan itu juga?” Arslan bertanya setelah mendengar penjelasan Moisels.   “Ya. Itu pasti, dan ngomong-ngomong dari ucapan mu tadi sepertinya kau tidak ingin menjadi anggota guild?” tanya heran Moisels kepada Arslan.   “Benar, aku lebih memilih menjadi seorang petualang. Tapi tidak ada salahnya kan aku ikut dalam pertandingan itu,” ungkap Arslan sambil melirik tajam ke arah Moisels.   “Kau benar, mungkin nanti kita akan bertemu dan bertarung di sana.”   “Ya, kalau kita bertarung pasti aku akan mengalahkan mu saat itu tiba.” Arslan dengan bangga mengatakan hal itu kepada Moisels.   “Ho… ho… boleh juga tekad mu akan ku nantikan hari itu.” Moisels pun terlihat senang dengan ucapan Arslan yang akan bertarung dengannya nanti.     Setelah itu mereka, mandi ketika anggota lainnya sudah selesai.     Kemudian setelah mandi Arslan kembali ke kamarnya, di sana dia merenung di atas tempat tidur.   “Begitu rupanya, ini akan menjadi sangat menarik. Aku akan berusaha sekuat tenaga hingga aku bisa menjadi seorang Blade Master dan memburu Dragon yang telah menghancurkan desa ku.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN