“Ada yang tidak Kakak tahu?” Suara Faris di seberang sana terdengar tidak tenang. Pria itu tampaknya ingin cepat-cepat menanyakan masalah ini pada Izza. Dia sudah menahannya dari tadi malam dan tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Sejak memergoki Faris yang tengah menatapnya semalam, Izza tahu kalau itu pertanda buruk. Firasat Faris tentang apa yang menimpa Izza sangat tajam. Naluri melindungi yang dimiliki oleh Faris selalu muncul tepat waktu. Jika dulu Izza menyukai hal itu, sekarang tidak. Dia tidak ingin siapa pun mengetahui permasalahan yang sedang menimpanya, terutama Faris. Kakaknya itu bisa saja memberi tahu Mami kalau Izza tidak meredam keingintahuannya. “Maksud Kakak apa?” “Kamu tahu apa maksud Kakak. Tidak perlu berpura-pura.” Izza menghela napas. Dia tidak ingin berbagi m

