“Kamu dan Sean baik-baik saja, kan?” “Baik, Mi. Kami hanya butuh waktu untuk perkenalan. Mas Sean orang yang baik.” Izza berharap wajahnya cukup meyakinkan Mami. Namun, dia tidak berbohong. Sean memang baik, sampai dia kembali bertemu dengan cinta masa lalunya. Pria itu jadi penuh kebohongan dan kecurangan. Beruntung Mami menanyakan kabar rumah tangga Izza saat dia sudah berpamitan. Artinya, dia tidak perlu berlama-lama memakai topeng kebahagiaan. Mami tidak boleh sampai tahu hubungan Sean dan Nisa. “Baguslah kalau begitu. Membiasakan diri untuk mencintai pasangan memang bukan sesuatu yang mudah. Tapi, kamu sudah menerima Sean, jadi perlakukan dia dengan baik.” Memperlakukan Mas Sean dengan baik? Mungkinkah aku masih kurang dalam melayani suami, sampai Mas Sean begitu mudahnya goyah k

