“Ibu pikir kamu tidak datang hari ini,” kata Dian ketika Izza muncul di ambang pintu apartemen. Izza tersenyum. Dia memeluk wanita yang telah melahirkannya itu dengan sangat erat. Setelah mendapat pelukan dari Mami, dia jadi ingin merasakan sensasi kebahagiaan saat didekap oleh Dian. Perasaan hangat langsung memenuhi hati Izza. Dia semakin tenang saat Dia menepuk-nepuk punggungnya. Seolah semua permasalahan akan selesai dengan cepat dan baik. Pelukan seorang ibu memang sebegitu dahsyatnya. Rasa syukur Izza ucapkan dalam hati. Dia senang di kala sedih begini, ada yang memeluknya dengan penuh kasih. Jika saja dia bisa memeluk Dian lebih awal, dia akan bertambah bahagia. Dekapan ibu memang tempat terbaik bagi anak-anak. “Tadi sudah mau ke sini, tapi Mami telepon. Jadi, Izza ke sana dulu

