Detak jantungku berdetak sangat kencang dan tak bisa ku kendalikan.

1282 Kata
Kami sama sama berlari untuk masuk ke dalam kamar masing masing. Segera aku mengguyur seluruh tubuhku dengan air. berharap gejala yang aku rasakan mereda Arghhhh Mamaaaa Bisa bisanya memberi aku dan Mas Imron jamu kuat. Ku guyur hingga tubuhku menggigil tetapi gejala itu tak kunjung juga mereda. Apa yang harus aku lakukan , Oh tuhan Setelah ku rasa cukup tenang , aku pun keluar kamar untuk membuat segelas coklat hangat agar rilex. Tak berselang lama Mas Imron pun juga melakukan hal yang sama, namun bedanya dia membuat kopi. Karena tak ingin terlibat obrolan dengannya, dan tak ingin gejala itu muncul lagi. Ku putuskan untuk menyeduh coklat hangat di dalam kamar. Aah lega rasanya, membuat tubuhku sedikit rilex. Ku rebahkan diri di kasur hingga tak lama mataku pun terpejam. ** Tak bisa dimungkiri, hujan di pagi hari memunculkan rasa malas yang kuat. Semangat pagi yang telah tersusun tiba-tiba bisa hilang seketika. Dengan sangat malas ku sibakan selimut dan segera bersiap menjalani hari Aaah rasanya malas sekali, ntah mengapa kasur seperti melambai lambai agar tetap aku berada disana. Ah tidak segera aku mandi dan bersiap untuk mengajar. Ku pandangi diri di depan cermin, senyumku merekah. Membuat semangatku kembali membara Mas Imron nampak sudah siap di meja makan. Sambil terus mengunyah, ia bahkan tak mengetahui kalau aku ada di sampingnya sekarang " Nih " ucapnya menyodorkan bubur ayam yang sepertinya baru ia pesan dari ojek online Tanpa basa basi segera aku menyantap sarapan yang telah di sediakan Mas Imron. Gerimis telah berubah menjadi hujan deras, untung saja hari ini aku di antar Mas Imron jadi aku gak perlu repot repot pakai jas hujan. Feeling Mama tepat sekali, ucapku dalam hati Segera aku naik di bagian kiri Mas Imron dan dengan hati hati Mas Imron mulai mengemudikan mobil kesayangannya tersebut. Hujan memang lagi deras derasnya, sehingga membuat jarak pandang tak begitu jelas. Setelah sampai di halaman sekolah dengan sigap Mas Imron mengambil payung yang ternyata sudah ia persiapkan Dan kemudian mempersilahkan aku untuk keluar. Ia mengantarku sampai depan kantor. " Terimakasih ya " ucapku yang hanya di balas dengan anggukan kepala kemudian ia berlalu. " Ciyeeeee ciyeeee " ujar Bu inaya yang merupakan rekan kerjaku. " Apaan sih Bu " ucapku malu malu. Dan kami memasuki ruang kerja kami ** Kemana ya Mas Imron, batinku Sudah lebih dari tiga puluh menit aku menunggu Mas Imron menjemputku Aku sudah berusaha untuk menelfon ataupun mengirimkan pesan kepada Mas Imron namun tak juga mendapat balasan. Aku mondar mandir sembari menunggu balasan dari Mas Imron. Hingga tak lama terlihat dari jauh mobil milik Mas Imron Ah itu dia. Mobil itu parkir tepat di depanku, aku langsung bergegas menaikinya " Antar kerumah ib.. Eh Pak Malik " ucapku terkejut melihat Pak Malik di hadapanku Ya Pak Malik adalah salah satu sopir yang di andalkan di perusahaan Mas Imron. Ia terbiasa menemani Mas Imron apabila Mas Imron ada urusan luar kota. Dan aku mengenalnya " Maaf Bu. Pak Imron lagi ada meeting , saya di suruh gantikan Bapak untuk jemput Ibu " ujarnya " Oh ya Pak , gak papa . Antarkan saya kerumah Ibu saja ya " ucapku " Siap Bu " Dan ia pun menginjak pedal gasnya dengan hati hati Dan tibalah kita di rumah Ibu. Segera aku turun dan Pak Malik langsung berlalu " Assalamualaikum " ucapku saat memasuki rumah Ibu " Walaikumsalam " ucap seisi rumah " Loh, Imron mana ? " Tanya Ibu celingukan " Mas Imron ada meeting tadi yang jemput Pak Malik " ucapku " Aldy mana ? " Tanyaku " Di halaman belakang " jawab Ibu Aku pun segera menghampiri Aldy yang berada di halaman belakang. Ia sedang bermain bola dengan kakeknya. Dengan semangat aku pun ikut gabung bersama mereka. Meski melekahkan tetapi bermain dengan Aldy adalah hal yang sangat aku sukai Melihat ia tertawa seakan akan menghapus segala penatku. Ku peluk Aldy, ku hujani Ia dengan ciuman bertubi tubi Nak, cepet banget gede sih Maaf ya Nak, karena terkadang kesibukan Mama merenggut kebersamaan kita. Hari ini aku mengantarkan Aldy mengaji sekalian bagi bagi undangan karena besok pesta ulang tahun Aldy akan terlaksana. Aldy sangat antusias sekali. Dirumah Ibu sangat sibuk sekali. Beruntung tetangga sekitar sini sangat peduli, sehingga Ibu sangat terbantu dengan adanya uluran tangan dari para tetangga. Ada yang menyiapkan bumbu, ada yang mulai membungkus snack. Ada pula yang mulai membuat jajanan. Aku pun mulai menghias dekorasi ruangan Mas Imron pun membantu meniup balon. Setelah di rasa sudah selesai, satu persatu para tetangga berpamitan untuk pulang. Kini tinggalah keluarga inti Dan tak lama dekorasi itu pun jadi Ah akhirnya ucapku sangat lega. Malam ini aku dan Mas Imron sengaja menginap di rumah Ibu. Kami berkumpul bersama untuk membahas acara ulang tahun Aldy . Kami terjaga hingga larut malam Sedangkan Aldy ia sudah tertidur lebih dulu. " Udah istirahat ayok " ucap Papa mengingatkan. Dan kami pun masuk ke dalam kamar masing masing. Ya malam ini aku sekamar dengan Mas Imron, karena Aldy tidur dengan kakeknya. Ku tarik selimut menutupi seluruh tubuhku dan segera memejamkan mata. Rasanya lelah sekali. Ku rasakan tangan Mas Imron yang dengan aktiv bergerlya menyusuri tubuhku Aku hanya mampu diam terpaku biar bagaimanapun aku adalah istri sah Mas Imron. Dan Mas Imron berhak atas tubuhku Perlahan ia menyingkap selimut yang tinggal separuh menutupi tubuhku. Dengan lincah kini tubuhnya berada di atas tubuhku. Ia belai lembut wajahku dan kini tangannya tepat berada di dadaku. Nafasku bergemuruh hebat. Ini adalah kali kedua aku akan melakukannya dengan Mas Imron. Jika dahulu Mas Imron melakukan dalam kondisi mabuk dan tak sadar. Kini ia melakukannya dalam keadaan sadar Apa mungkin ini adalah arti dari pembicaraannya waktu lalu yang mengatakan bahwa Ia akan melakukan dengan hatinya. Aku hanya bisa pasrah dengan perlakuan Mas Imron. Dengan perlahan ia membuka kancing bajuku, hingga kini dengan jelas memperlihatkan dalaman yang menutupi buah da-daku Detak jantungku berdetak sangat kencang dan tak bisa ku kendalikan. Nafasku tak beraturan dan aku yakin Mas Imron mengetahuinya Mas Imron semakin mendekatkan wajahnya kepadaku, ku tahan mataku agar menyaksikan atraksi yang di buat Mas Imron dengan jelas Sejenak Mas Imron memandangku dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya yang manis lalu kemudian wajahnya turun persis di depan da-daku Cegluk Ku dapati ia menelan ludah, dengan wajah yang menyeringai. Layaknya ikan yang mendapat umpan Dengan perlahan ia semakin mendekatkan wajahnya kebuah da-daku. Darahku berdesir dibuatnya Lidahnya pun menjulur siap menerkam. Dan Tet tet tet tet Alarm di ponselku membuyarkan segalanya. Bergegas aku terbangun dan mendapati pakaianku masih utuh Ku lirik Mas Imron dan Ia nampak pulas tertidur. Ku pegang dadaku dan dengan jelas ku rasakan detaknya. Ah rasanya seperti nyata. Ku buang nafas dengan kasar . Ternyata itu semua hanyalah mimpi Duh Anita kamu kenapa sih. Bisa bisanya mimpi jorok begitu. Duh Sesalku seraya menepuk nepuk pipiku. Segera ku Ambil wudhu untuk melaksanakan shalat shubuh bersama Mama dan juga Ibu. Mas Imron pun nampak sudah siap dengan baju kokohnya dan akan melaksanakan ibadah di mushola dekat rumah bersama Papa Selesai melaksanakan ibadah shubuh. Aku, Ibu dan Mama pun kembali berkutat di dapur untuk meneruskan memasak. Tak terasa, matahari kini telah menunjukan pesonanya. Yang bertanda pesta ulang tahun Aldy tinggal hitungan jam lagi. Kue tart pesanan Aldy pun telah di antar dan aku menatanya pada meja yang telah di siapkan. Setelah berbagai persiapan telah usai di persiapkan Aku segera membersihkan diri dan sedikit merias wajahku agar terlihat fresh. Kami pun sudah siap , begitupun dengan Aldy sang pemilik acara. Dengan senyum yang merekah dan topi ulang tahun bergambar spiderman ia siap menyambut teman temannya yang datang. Ketika di rasa semua tamu sudah datang acara pun di mulai. Tetapi tiba tibaa Aldy berseru ketika melihat seorang wanita datang " Tante Devi " ucapnya seraya melambaikan kedua tangannya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN