" Mbak " Ucapnya kepadaku
Aku pun segera menoleh ke arah sumber suara
" Devi " batinku
Untuk apa Ia kemari, aku yang sedang menyirami tanaman di depan rumah merasa terganggu sekali dengan kehadirannnya
" Ya " jawabku santai
" Mbak ingat ya, aku tak akan pernah nyerah mengambil kembali Mas Imron. Aku mengambil yang memang menjadi milikku. Kamu itu benar-benar perusak hidup aku, secara sengaja kamu merebut Mas Imron dari hidup aku" Ucapnya dengan sedikit emosi
" Aku bahkan tidak mengerti arti kata mengambil milikmu, sedangkan kalian tidak dalam ikatan pernikahan. Seharusnya kamu lebih legowo menerima takdir kalau kamu dan Mas Imron itu belum berjodoh " Ucapku
" Seandainya tidak ada kamu di kehidupan kami, tentunya aku dan Mas Imron akan segera menikah. Ingat ya mbak aku dan Mas Imron itu punya kisah yang tak akan pernah usai, jadi tolong mbak siapkan hati Mbak untuk melihat terjalinnya kembali kisah kami yang belum usai itu " Ucapnya lagi
" Kamu itu cantik bisa mendapatkan lelaki lain yang jauh lebih baik dari Mas Imron. kenapa kamu harus mempersulit diri dengan mengejar-ngejar lelaki yang sudah beristri sih ? " Tanyaku
" Lalu kenapa kamu dahulu mengejar-ngejar Mas Imron yang jelas Mas Imron sudah memilik pasangan ? "
" Aku tidak pernah mengejar.bah.."
" Tetapi kamu menerima perjodohan itu Mbak " selanya
" Mengapa kamu menyudutkan saya . Jika benar Mas Imron dari dulu mencintai kamu harusnya Ia memperjuangkan cinta kalian, Nyatanya Mas Imron malah menerima di jodohkan denganku. Artinya dia tidak mencintai kamu. Tapi bukannya kamu yang lebih dahulu meninggalkan Mas Imron demi lelaki lain. Lalu mengapa sekarang kamu memilih Mas Imron yang sudah beristri untuk mengobati hati kamu yang terluka. Ingat ya jika saya kamu tak menaruh kebahagiaanmu kepada orang lain kamu tak akan sehancur ini, bahkan kamu bisa mengobati luka hatimu sendiri " Ucapku dengan sorot mata yang tajam.
" Kamu jangan sombong, ingat pernikahan kalian hanya karena perjodohan dan Mas Imron sama sekali tak mencintaimu. Dia hanya terpaksa menikah denganmu "
" Oh ya kamu yakin ? Lalu mengapa Ia tak berani meninggalkan aku demi kamu. bukankah seseorang berhak membuat dirinya bahagia . Itu artinya dia sudah bahagia denganku dan peringatan untukmu jangan pernah merasa dirimu lebih pantas untuk seseorang jika seseorang itu tak pernah mengindahkan keberadaanmu. Tolong ya kamu buka mata kamu lebar-lebar agar kamu bisa menerima kenyataan " Ucapku kemudian berlalu
" Perempuan sinting " Ucapnya mengejar ku.
Dia mencengkram erat tanganku
" Lepaskan Mas Imron atau aku bisa berbuat nekat" Ancamnya
ku hempaskan cengkramannya dari tanganku
" Oh ya .. di lihat saja bakal sehancur apa kamu jika masih saja berbuat melebihi batas " ucap ku lalu menutup pintu dengan keras
Brak
" Mbak Mbak " ucapnya seraya menggedor pintu namun tak ku hiraukan.
" Dasar perebut laki orang, Dasar perempuan murahan , Dasar w***********g " Ucapnya memakiku dan ku lihat Ia di tarik oleh seorang lelaki yang ku duga itu sopirnya. Hingga akhirnya mobil yang membawanya itu pun berlalu pergi
Ku tarik nafas dengan berat dan menghembuskannya.
Sedalam apa kisah antara Mas Imron dan Devi, sehingga Devi tidak bisa menerima takdir bahwa Mas Imron sudah menikah denganku.
Aku dan Devi mencintai orang yang sama. Bahkan aku tak tahu cinta mana yang lebih kuat , meski menurutku aku sudah sangat kuat memperjuangkan Mas Imron.
Tetapi posisiku dan Devi benar-benar tak bisa di samakan.
Aku berjuang untuk mempertahankan rumah tanggaku, sedangkan Ia berjuang untuk merangkai kembali kisah masa lalunya dan mengabaikan status Mas Imron yang sudah menikah.
Semenarik apapun kisah mereka di masa lalu. Bukankah mereka sudah sama-sama menutupnya.
Devi menutupnya karena merajut kisah dengan orang lain dan Mas Imron menutupnya dengan memilih menikah denganku, meskipun pernikahan kami melalui perjodohan semata.
Mereka sama-sama sadar jika saling mengakhiri, mengapa kini salah satu di antaranya merasa paling tersakiti karena keputusan mereka di masa lalu.
Aku tahu, tak akan mudah melupakan kenangan indah yang sudah terjadi.
Tetapi siapapun tak bisa menentang takdir yang sudah digariskan.
Jodoh adalah misteri yang tak bisa di ukur berdasarkan berapa lama mereka pacaran.
**
" Anita, apakah Devi barusan kemari ? " Tanya Mas Imron tiba-tiba
" Iya Mas. kenapa ? Kamu tahu ? bukannya aku sudah memblokir kontak dia di ponsel kamu " Ucapku lagi.
" Ntahlah aku juga tak tahu darimana ia mendapatkan nomerku kembali tapi yang jelas dia sekarang membutuhkan aku" ucapnya
" Lalu ? kamu mau menemuinya " Tanyaku kemudian.
Dia hanya diam membisu.
Aku tahu ini berat untuknya, tetapi tak semestinya ia menjadi pahlawan dan selalu ada untuknya.
Itu akan semakin membuatnya berharap
" Aku sudah berjanji untuk menemaninya, selama ia memulihkan kondisi jiwanya " jawabnya kemudian
Kejiwaan Devi terganggu, karena apa ?
**
Tanpa sepengatuhan Mas Imron, aku terus membuntutinya.
Ini bukan jalan ke arah rumah Devi ataupun apartemen yang biasa Devi tempati.
Kemanakah Mas Imron
Ia memakirkan kendaraanya di tempat rehabilitasi jiwa.
Ia kesini untuk menemui Devi ? Devi di rawat disini.
Dengan mengendap endap, ku ikuti langkah kaki Mas Imron.
Dan ia masuk ke sebuah ruangan, dari balik pintu yang tak tertutup nampak seorang dokter yang ku duga adalah Dokter psikiater yang menangani Devi.
Dan benar saja Devi sedang berbaring disana, Ia nampak tertidur pulas
" Baru saja saya suntikan obat penenang untuk Devi. Tadi ia merancau, nampaknya ada sesuatu yang mengguncang jiwanya. Tolong jaga emosinya biarkan stabil dahulu. Saya permisi " Ucap dokter tersebut.
Dengan segera aku sedikit menjauh dari ruangan tersebut agar kedokku tak di ketahui. Dan dokter itu pun menjauh dari ruangan tempat Devi di rawat.
" hmm " Seseorang tiba-tiba berada di belakangku. Dan aku segera membalikab badan.
" Kamu sudah tahu bagaimana keadaan anak saya ? " Tanyanya
" Dia tak seberuntung kamu dalam segi apapun. Jadi saya harap kamu memberi izin kepada suami untuk lebih peduli dengan kondisi Devi " imbuhnya lagi
" Apakah anda mengabaikan perasaan saya sebagai pasangan Mas Imron ? " Ucapku memberanikan diri.
Bukan tak punya empati, hanya saja aku ingin mereka juga mengerti bahwa ada aku pasangan dari Mas Imron, yang juga punya perasaaan.
Istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya peduli dengan perempuan lain, terlebih perempuan itu adalah bagian dari kisah masa lalunya