sedangkan kamu dengan sadar menjaga hati yang lain

1001 Kata
" Em " Mas Imron tiba-tiba muncul " Mas .. " sapaku Dengan segera Mas Imron mengajakku menjauh dari hadapan Papa Devi. " Kamu kenapa ada disini ? " Ucap Mas Imron bertanya kepadaku " Aku istrimu Mas, Apa aku salah ? " Tanyaku balik " Kamu gak percaya sama aku ? " Tanyanya kemudian sambil menatapku tajam. " Apa aku tak berhak cemburu ? Mas dengar perempuan waras mana yang tak cemburu melihat suaminya peduli dengan perempuan lain, terlebih perempuan itu merupakan masa lalunya. Perempuan waras mana Mas, meskipun bentuk kepeduliannya adalah rasa iba" Jawabku kemudian " Aku.. Aku minta maaf " Ucapnya kemudian memelukku. " Mari kita pulang gak enak rame-rame disini " Ujarnya lagi dan mengajakku meninggalkan tempat ini. ** Untuk kesekian kalinya aku harus berusaha membesarkan hati dengan segala tingkah laku Mas Imron. Apa mungkin Mas Imron terjebak dua cinta yang ia tak bisa memilihnya ada Aku dan Devi di hidupnya. Mas Imron sudah mengatakan jika dia mencintaiku. Apa artinya memang hanya aku yang ada di hatinya, atau kah memang ada bagian kosong dari hatinya yang ia sisakan untuk Devi. Bagaimana jika akhirnya kisah ini akan membelenggunya Bagaimana jika benar dia mencintai dua wanita dan ia tak bisa memutuskan bersama siapa ia akan melanjutkan hidup. Jika memang harus berbagi, apakah aku sudah siap. Ku rasa tak ada cinta jika masih ada di antaranya. Bersama atau meninggalkan. Memilih bersama atau benar-benar mengikhlaskan. ** " Mama " sapa Aldy yang tiba-tiba ada di antara aku dan Mas Imron. Ku coba membuka mata, ku menoleh ke arah Aldy dan memeluknya. Ku kecup keningnya dengan penuh cinta. " Kenapa sayang, kok tiba-tiba kesini" tanyaku " Aku pengen tidur sama Mama dan Papa " Ucapnya manja. dan aku segera memeluk Aldy. " Ma, aku mimpi buruk " Ucap Aldy " Oh ya .. mungkin Aldy lupa baca doa ya " " Sudah Ma tapi masih juga mimpi buruk. Aku mimpi Papa sama perempuan lain dan Mama menangis " ujarnya Deg " Oh ya .. Dah ah ayo lanjut tidur jangan lupa berdoa ya " Ucapku dan dia pun mengiyakan Mataku enggan terpejam, rupanya mimpi Aldy menyita seluruh fikiranku. Bagaimana jika apa yang di mimpikan Aldy menjadi nyata Bagaimana jika suatu saat Mas Imron benar-benar meninggalkanku demi perempuan lain. Aku telah jatuh cinta terlalu dalam padanya, ku serahkan seluruh hatiku untuknya. Angan - angan aku kepadanya terlalu tinggi, hingga akhirnya aku pun terluka dengan segala pengandaian yang ku punya. Sampai pada di suatu titik, dia mulai membuka hatinya padaku. Aku percaya bahwa dia akan mengutamakan di atas segalanya, tetapi aku salah. Masih ada Devi di antara kita. Bahkan Mas Imron sendiri pun tak bisa dengan tegas menolak kehadiran Devi. Masih ada kisah masa lalu yang belum usai ? Lalu bagaimana denganku, haruskah aku tertatih seorang diri mempertahankan bangunan cintaku agar tak roboh. Dimana kah peranmu sebagai dambaan hatiku, tega kah membiarkan aku berjuang sendirian sedangkan kamu dengan sadar menjaga hati yang lain ** " Hari ini , aku ada rapat Mas jadi kamu gak perlu jemput aku " pesanku pada Mas Imron " Oke baiklah, kamu baik-baik saja Anita ? " tanyanya " Iya Mas , kenapa ? " " Kamu nampak pucat " " Oh nggak, aku nggak kenapa-napa . Aku turun ya " Ucapku sembari menyalami tangannya " I love you " ucapnya Dan aku tersenyum, bersiap untuk turun dari mobil " Anita " Ucapnya menggenggam tanganku " Ya " " I love you " ucapnya lagi " Sudah ya Mas " ku lepaskan cengkraman tangannya dan kemudian turun. Tak lama Mas Imron melajukan mobilnya dan perlahan menghilang dari penglihatan mataku. Mas Imron lelaki yang aku pilih untuk menjadi imam aku, menjadi sandaran hatiku. Meskipun awalnya kita tak saling mengenal dan pernikahan kita bermula dari perjodohan. Tetapi hatiku begitu percaya jika kamu adalah sosok lelaki yang di kirim tuhan untuk menemani hidupku Meski pada akhirnya kenyataan berbanding terbalik dengan realita yang ada. Kamu tak mencintaiku, Kamu mengutuk pernikahan kita Aku harus tertatih mempertahankan ini semua, aku tutup mata dan telinga dengan segala kelakuanmu yang sesungguhnya menyakiti aku. Ku bungkam mulutku agar tak mengeluh tentangmu, seakan - akan pernikahan adalah sebuah permainan bagi kita. Ikrar cinta ketika kamu menjabat wali nikahku tak berlaku ketika hari demi hari kamu tunjukkan kebencian pada diriku. Sampai akhirnya aku mengetahui jika ada kisah masa lalu yang tak bisa kau akhiri begitu saja. Pantas saja jika selama ini kamu berlaku sedemikian rupa kepadaku. Beberapa tahun berlalu dan aku merasa jika segala upayaku kini mendapatkan hasilnya. Tetapi lagi - lagi kesetiaan aku di uji. Ketabahanku harus kembali aku asah untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita. Jika saja sejak awal kamu menolak perjodohan kita, tentu saja kamu bisa meneruskan kisahmu terdahulu dan terlebih aku tak mencintaimu sedalam ini. Devi perempuan dari masa lalumu yang belum usai atau memang sengaja tak ingin kau akhiri. Aku tak tahu semanis apa kisah kalian dahulu, dan aku tak tahu sedalam apa perasaan kalian dahulu. Tetapi menikah denganku adalah akhir perjalanan cintamu. Tak inginkah kalian mengakhiri atau kamu yang menutupnya, Mas. Demi keutuhan kita. Ataukah aku berlebihan memintamu untuk menyudahinya ? Fikiranku melayang. Membayangkan andai saja aku tak menikah dengan Mas Imron, andai saja aku tak jatuh cinta kepadanya, andai saja malam itu tak pernah ada sehingga Aldy tak perlu terlahir dari keluarga palsu ini. Tetapi semua hanyalah pengandaian, cerita yang telah usai dan tak bisa ku ulang kembali. Cerita yang sudah terjadi dan aku harus melanjutkan ceritaku menjalani peranku dengan sebaik mungkin. Seandainya saja Devi lebih legowo untuk membiarkan masa lalunya mengalir begitu saja, mungkin Mas Imron tak perlu merasa sedang terbelenggu di antara dua rasa. Aku tahu berat menjadi Mas Imron, dan aku berterima kasih pula padanya karena akhirnya dia memilihku. Meskipun aku tak tahu sejauh mana kisah kita dapat bertahan di tengah ombak yang begitu dahsyat menerjang. Aku berada di titik seperti ini dengan banyak kisah tragis yang aku lalui. Aku berterima kasih banyak kepada diriku yang telah sekuat ini. Meskipun tak terhitung berapa banyak air mata yang menetes karena meratapinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN