Tok tok tok
ku tengok jam di dinding menunjukan pukul 05.30 pagi.
siapa yang bertamu sepagi ini. batinku
Mama yang mengerti keriweuhanku di dapur pun berinisiatif untuk membukakan pintu
" Siapa Ma ? " tanyaku ketika Mama sudah sampai di dapur dan membawa sebuah bingkisan.
" Ojek Online nih . nganterin makanan. Kamu ada pesan sesuatu ? "
" Gak Ma. coba buka aja siapa tahu ada nama pengirimnya " Ucapku memberi saran.
Mama pun segera membuka isi bingkisan tersebut yang ternyata isinya rendang.
Dan benar aja ada catatan kecil disana yang bertuliskan
" Semoga kalian suka. Love Devi "
Deg
Mataku membulat membacanya. Devi ?
untuk apa dia mengirimkan makanan kemari, untuk mencari perhatian Mama.
benar-benar tak tahu malu.
" hemmmm enak sekali , ini lezat sekali " Ucap Mama memuji masakan Devi.
Aku begitu risih mendengarkan Mama memuji masakan Devi.
" Pagi-pagi sudah heboh sekali sih Ma " Ucap Papa yang tiba-tiba muncul dari belakang
" Ini loh Pa. Devi pagi-pagi sudah kirimin rendang mana enak lagi Pa rasanya. coba incipin deh Pa " ucap Mama
" Devi itu pintar masak ya Pa. masih muda, cantik, wanita karier pintar masak lagi " ucap Mama kemudian
Aku yang panas mendengarkan pun bergegas berlalu meninggalkan Mama dan Papa dengan segala pujiaanya terhadap Devi
Braaaaak
ku tutup pintu dengan amat keras
" Kamu kenapa, Pagi-pagi mukanya udah di tekuk gitu " Ucap Mas Imron yang sedang merapikan dirinya di depan kaca
" Perempuan sinting itu pagi-pagi sudah kirim makanan, ketahuan banget cari perhatian ke Mama dan Papa" keluhku dengan kesal
" Perempuan siapa ? " tanya Mas Imron
" Siapa lagi kalau bukan Devi " ucapku ketus
" Oh " jawabnya singkat
" Mas.. masakanku gak enak ya ? " Tanyaku kemudian
" Kata siapa ? "
" Kok gak pernah ada yang muji masakanku sih "
" Tidak ada yang memuji bukan berarti gak enak ya . Rasa masakan kamu itu sudah menyatu sama lidah kami, bikin candu " Jawab Mas Imron sambil mengelus-elus rambutku
" Bohong " Ucapku membuang muka
" Buktinya aku gelabagan kalau kamu gak masak. Udah jangan marah-marah buruan mandi. atau perlu aku mandikan ? " Ucapnya menggodaku
Weeek ku julurkan lidah kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Ku rapikan penampilankku, ku oleskan lipstik berwarna pink ke bibirku .
Ku semprotkan parfum ke tubuhku dan aku bersiap untuk menjalani hari
" Mas aku duluan ya " Pamitku pada Mas Imron yang tengah mengangkat telfon dari rekan bisnisnya.
Aku pun berjalan menuju meja makan
" Ma .. Mama jangan berlebihan lah memuji Devi di depan Anita. Takut Anita tersinggung dan punya penilaian lain ke Mama " Pembicaraan Papa ke Mama , membuatku menghentikan langkahku.
". Tersinggung gimana Pa ? kan Devi sama Anita itu berteman baik gak mungkin lah Anita mempunyai fikiran macam-macam " jawab Mama
" Ya kan Mama gak tahu sebaik apa pertemanan mereka.
Lagian Ma , untuk apa sih memuji orang lain secara berlebihan apalagi di depan menantu kita Ma . Kasihan Anita takut mikirnya nanti dia di banding-bandingkan . Meskipun niat Mama ramah tamah sih tapi tidak harus berlebihan Ma " Imbuh Papa lagi
" Iya ya Pa. kalau Mama ingat-,ingat juga kemarin pas ada Devi. Anita lebih banyak diamnya "
" Nah kan itu karena Anita tidak nyaman dengan kehadiran Devi. Kita juga tak tahu kan baiknya Devi ke keluarga Imron dan Anita itu baik yang gimana " lanjut Papa kemudian
" Iya Pa. Mama gak akan kayak gitu lagi . Memang kalau di fikir-fikir Devi itu anaknya centil juga ya Pa "
" Iya Ma. Papa juga mikirnya Devi itu .. "
" Kamu ngapain? " Ucap Mas Imron yang datang dengan tiba-tiba mengagetkan ku.
" enggak ayok " Ucapku seraya menggandeng tangannya
" Pagi Ma. Pa " Ucap Mas Imron dan segera duduk di meja makan.
Segera aku ambilkan nasi dan lauk pauknya untuk Mas Imron
" Eh ini jangan di ambil " ucap Ibu menunju ke rendang pemberian Devi
" Bik .. Bik tolong rendang ini nanti di bungkus di bawa pulang ya bik " perintah Mama pada Bik murni, assisten rumah tanggaku.
" Loh kok di kasihkan Bik Murni sih Ma, bukannya tadi Mama suka ya " tanyaku
" Ternyata lebih enak rendang buatan kamu Anita. nanti tolong masakin Mama rendang ya " Ucap Mama padaku dan aku menyanggupinya.
Setelah sarapan bersama kami pun segera menaiki mobil.
sebelum mengantarkanku ke sekolah, Mas Imron terlebih dahulu mengantarkan Mama dan Papa ke rumah ibu. Kebetulan hari ini Aldy sedang libur sekolah sehingga bisa bermain dengan Nenek dan Kakeknya.
" Nanti ku jemput ya " Ucap Mas Imron sebelum aku keluar dari mobilnya
Ku jalankan aktivitasku sebagai seorang pengajar.
Menjadi Guru adalah cita-citaku sejak dahulu, dan aku bersyukur Tuhan memberiku kesempatan untuk mewujudkannya.
Lonceng telah berbunyi dan anak-anak sudah berhamburan untuk pulang.
Ku rapikan berkas-berkasku , 30 menit kemudian aku telah usai dengan pekerjaanku
" Mas gak usah jemput. aku pulang duluan mau mampir ke supermarket "
begitulah bunyi pesanku pada Mas Imron.
segera aku menaiki taksi online pesananku untuk menuju supermarket.
kebetulan beberapa kebutuhan dapur sudah habis termasuk daging.
Ku ambil beberapa barang yang memang aku butuhkan ke dalam keranjang, kemudian aku memilih daging
" Hei Mbak. disini juga " Ucap seseorang yang suaranya tak asing lagi di telingaku.
Aku tetap melanjutkan aktivitasku berbelanja tanpa melirik sedikitpun ke arah sumber suara.
" Mau masak apa mbak ? Mau masak daging. Lagi ketagihan sama rendang ya . Atau perlu ku kasih resepku atau sekalian aku masakin " Lanjutnya kemudian
" Gak perlu " jawabku singkat.
" Mbak mau masak sendiri ? yakin bakal seenak masakanku mbak " ucapnya sombong.
" Asal kamu tahu masakan kamu di kasih ke assisten rumah tanggaku karena Mama Papa dan Mas Imron lebih memilih masakanku " ucapku kemudian berlalu meninggalkan dia yang terkejut dengan ucapanku.
sombong banget jadi perempuan. batinku
**
Dengan segera ku olah daging dan memasaknya menjadi rendang sesuai pesanan Mama tadi pagi.
setelah siap ku sajikan di atas meja dan aku pun bergegas untuk membersihkan diri menyambut kedatangan mereka.
Tak lama yang aku nantikan datang juga
Mama, Papa , Aldy dan Mas Imron datang.
Segera mereka duduk di meja makan dan dengan lahap menyantap masakanku
" Hmmm lezat sekali , benar-benar lezat masakanmu Anita " puji Mama seraya menyuapkan makanan ke mulutnya
" Iya dong. Soal Masak Mamaku juaranya " Tandas Aldy dan membuatku tersipu Malu
" terimakasih sayang " jawabku
Tok Tok Tok
" Biar aku aja yang bukain " ucapku dan beranjak meninggalkan ruang makan.
" Mau apa kamu kemari " ucapku sesaat setelah mengetahui siapa yang bertamu.
Tetapi dia tak mempedulikan aku dan menyelonong masuk begitu saja menuju ruang makan
Seisi ruangan nampak terkejut dengan kedatangan Devi.
" Maaf mengganggu. Saya kesini mau minta maaf atas kesalahan saya yang sudah memberi kalian makanan yang tidak enak. Sebagai gantinya saya memasakan ini " Ucapnya menaruh bingkisan di atas meja.
" Kali ini saya berusaha lebih keras agar masakan saya enak dan bisa di terima oleh kalian. Tadi saya bertemu mbak Anita di supermarket dan Mbak Anita mengatakan jika makanan yang saya kirim di kasihkan ke assisten rumah tangga oleh Tante. Saya minta maaf Tante , saya benar-benar merasa bersalah karena sudah memberi Tante masakan yang tidak enak. kali ini semoga tante suka" Ucapnya panjang lebar
Ku telan salivaku. Lancang sekali perempuan ini
Aku bahkan tak sanggup menoleh ke arah Mama, aku khawatir Mama menganggapku adu domba
Dan Mama pun tak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Ku rasa Mama sama Mati gayanya dengan aku.
" Terimakasih niat baiknya " Ucap Papa tiba-tiba
" Tapi kamu tak perlu lagi mengirimkan makanan kemari sebab Anita sudah terbiasa memasakan untuk kami semua" Lanjut Papa
" Oh ya jika tidak keberatan mari makan bersama kami. Anita sudah menyiapkan segalanya " Ajak Papa kemudian
" Oh makasih Om , tetapi saya langsung pulang saja . Terimakasih dan Maaf telah mengganggu " Ucapnya kemudian pergi dari hadapan kami
Hatiku bersorak penuh kemenangan. Lihatlah berada di pihak siapa. batinku dengan licik