Kamu harus percaya, bukan cinta namanya jika sendiri karena cinta adalah saling.

1004 Kata
" Assalamualaikum " Sapa Ibu yang datang bersama Aldy " Walaikumsalam " jawab kami serentak Mata Ibu membulat ketika melihat Devi berada di tengah-tengah kami. Kemudian menoleh ke arahku, matanya seakan berbicara "Mengapa Ia ada disnini" tetapi aku hanya menundukan kepala , belum bisa memberikan jawaban apapun. " Tante Devi " Sapa Aldy " Hai anak ganteng " Ucapnya kemudian membuka lebar tangannya. Tak menunggu waktu lama, Aldy segera jatuh ke pelukan Devi. Shit! Ku buang muka dengan kasar, wanita bertopeng. Dia bisa membuat semua orang bersimpati padanya. Mas Imron sepertinya mengerti kegelisahanku, ia menggenggam tanganku dengan lembut. Seakan ikut andil merasakan apa yang aku rasakan, dan kini aku mengerti, aku tak sendiri. Setelah mengobrol cukup lama, Devi pun berpamitan untuk pulang. " Yakin pulang sendirian Dev ? " Tanya Mama " Iya Tante, saya sudah pesan taksi online kok " ucapnya " Eh tunggu deh kenapa tiba-tiba di cancel sih ini. Duh .. " Keluhnya. Aku hanya mencebik kesal, drama apa lagi yang sedang ia mainkan. " Mas Imron jika tidak keberatan, bolehkan saya minta tolong untuk di antar pulang " Ucapnya pada Mas Imron. Mas Imron tentunya tak bisa mengelak, Ia dengan terpaksa mengiyakan permintaan Devi " Aku ikut. Tak etis rasanya lelaki bersuami berduaan dengan perempuan lain " Sahutku dengan cepat. Menerobos gelapnya malam hanya karena perempuan gila ini, tak pernah ku bayangkan sebelumnya akan masuk ke dalam permainan yang perempuan itu buat. Sepanjang jalan kami bertiga hanya diam membisu tanpa terlibat obrolan sedikitpun. " Mama kamu asik juga ya Mas " ucapnya tiba-tiba dan Mas Imron hanya menjawab " Iya " " Nanti kapan-kapan boleh ya aku main kesana lagi, pengen ngobrol-ngobrol sama Mama kamu " ucapnya " Dasar perempuan tak tahu malu " Ucapku dengan setengah lirih " Apa Mbak ? Mbak Anita ngomong apa " Tanyanya padaku " Mbak Anita takut kalah saing ya sama aku " Ucapnya kemudian Aku rasa tak ada gunanya juga meladeni perempuan tidak waras itu, tak akan ada habisnya. citttttt. Mas Imron menginjak rem dengan mendadak " Sudah sampai silahkan turun " Ucap Mas Imron pada Devi " Gak mau mampir dulu, Mas ? " Tanyanya " Enggak " Jawab Mas Imron singkat " Makasih ya " Ucapnya seraya mengelus pipi Mas Imron dan Mas Imron segera menepisnya " Bye Mbak " Ucapnya kemudian turun dari mobil. Benar-benar tak habis pikir, ada wanita yang begitu berani berbuat lancang di depan istri sah Mas Imron. Ya Ampun dimana urat malunya Rupanya kedatangan Devi sudah di sambut oleh lelaki paruh bayah yang tempo hari ku temui di rumah sakit. Ternyata benar dugaanku itu adalah Papa Devi. Saat hendak memutar balik kendaraannya, Papa Devi memanggil Mas Imron dan membuat Mas Imron menghentikan kendaraannya. Mas Imron menurunkan kaca mobilnya sehingga terlihat jelas wajah Papa Devi " Makasih ya Ron " Ucapnya " Sama-sama Om " Jawab Mas Imron. kemudian Ia menoleh ke arahku dan tak lama menjauh dari mobil yang kami tumpangi. Dengan segera Mas Imron melajukan kendaraanya, menjauh dari pelataran rumah Devi " Maaf " Ucap Mas Imron memecah keheningan malam " Aku tak habis pikir, dia bisa berbuat sejauh ini " Ucapku " Sudah ku bilang dia bisa melakukan apa saja " jawab Mas Imron kemudian. " Sepertinya , Papa Devi pun tak suka padaku. Apa ada ya orang tua yang mendukung anaknya jadi pelakor. Dasar keluarga aneh " Ucapku dengan sedikit kesal Di genggam erat tanganku " Sedikitpun jangan pernah merasa sendirian, karena aku akan selalu ada dan kita akan menghadapinya bersama. Buktikan pada semua bahwa cinta kita yang akan menang " Ucapnya dengan tegas dan tersenyum padaku. Ibu nampak sudah menunggu kedatangan kami di depan rumah. " Ibu khawatir takut terjadi apa-apa sama kamu " Ucapnya padaku " Ibu tenang saja. " Ucapku " Imron. " Sapa Ibu. " Iya Bu " Jawab Mas Imron. " Ingat ya . Ibu tak akan rela jika kamu menduakan Anita. Anita sudah cukup sabar selama ini menghadapi kamu jadi tolong hargai Anita sedikit. Dan lagi aku merestui pernikahan kalian karena aku yakin kamu bisa membuat Anita bahagia, tetapi jika nyatanya yang kau berikan adalah air mata . Maka ibu ikhlas jika kamu mengembalikan Anita kepada Ibu " Ancam Ibu " Bu .. tolong percaya sama saya, saya akan membahagiakan Anita Bu " Ucap Mas Imron memelas " Lelaki yang di pegang adalah ucapannya " Ucap Ibu kemudian berlalu. ** " Anita " Ucap Mas Imron yang ku kira sudah terlelap " Ya Mas " ucapku kemudian membalikan badan menghadap ke arahnya. Nampaknya Mas Imron sama gusarnya denganku. Ia tak dapat memejamkan mata sama sepertiku meskipun berkali-kali aku mencobanya " Apakah kamu bahagia hidup denganku " Tanya Mas Imron " Kok kamu nanyanya gitu sih Mas " " Aku takut kamu gak bahagia bersamaku " Ucapnya " Jika aku tak bahagia bersamamu apa yang akan kamu lakukan ? " " Melepasmu dan merelakan kamu bahagia dengan jalan hidupmu. Sejak hari dimana, aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku kepadamu. Aku sadar jika aku telah jatuh cinta begitu dalam kepadamu. Maka sudah ku persembahkan seluruh hidup dan kebahagiaanku untukmu. Dan bahagiaku adalah melihatmu Bahagia. bagaimana aku bisa Bahagia jika kamu saja tidak merasa bahagia " Ucapnya dengan mata berkaca-kaca " Mas .. sejak kamu menjabat tangan Bapakku dan mengikrarkan janji suci itu aku sudah mengabdikan seluruh hidupku kepadamu. Dan bahagiaku adalah bersamamu. Melewati suka dan duka bersamamu, berbagi cerita bersamu, membesarkan anak-anak bersamamu bahkan nanti aku ingin menimang cucu juga bersamu. Aku ingin bersamu sampai kita menua nanti " Jawabku " Terimakasih karena telah begitu kuat mencintai aku " Ucapnya kemudian mencium keningku. " Kamu harus percaya, bukan cinta namanya jika sendiri karena cinta adalah saling. Saling mengerti, Saling melengkapi dan Saling berbagi rasa . Aku juga berterima kasih karena kamu bersedia membuka hatimu untukku. Aku juga berterima kasih karena kamu telah mempercayai aku sebagai penghapus luka masa lalumu. Berjanjilah untuk selalu bersamaku , serumit apapun jalannya karena kita akan saling. Saling mengasihi hingga maut memisahkan " ucapku lagi dan memeluk erat tubuh Mas Imron untuk melewati malam yang panjang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN