Devi bersama Mama datang kerumah ini dan mereka nampak akrab

1016 Kata
" Hai Mbak " Sapa Devi padaku Aku masih tak percaya dengan apa yang ku lihat di depan mataku. Devi bersama Mama datang kerumah ini dan mereka nampak akrab " Anita, ini Devi. katanya kalian saling kenal ya ? Mama gak sengaja ketemu di Mall. Dia bantu Mama bawain barang barang Mama loh Nit " ucap Mama " Oh iya Ma. silahkan masuk Devi " jawabku Devi dengan gemulainya memasuki rumahku. Senyum manisnya seakan menertawakan aku " Mari kita mulai " ucapnya berbisik ketika ia melewatiku. Tak habis fikir, mengapa dia bisa senekat ini. Dia berambisi sekali untuk memiliki Mas Imron. Dan target dia kali ini adalah Mama dan Papa Oh atau jangan-jangan seseorang yang sering mengirimkan makanan pada Mama Papa adalah Devi. " Mau minum apa Devi ? " Ucapku pada Devi, meskipun sedikitpun aku tak sudi untuk menjamunya " Duh mbak, repot-repot banget kayak sama siapa. sini aku siapin minumnya ? Mbak pasti lagi masak untuk menyiapkan makan malam kan, aku bantu ya Mbak " Jawabnya begitu lugas. Sok akrab sekali. batinku Dia kemudian menuju dapurku tanpa ku persilahkan, melihat sayur mayur yang akan ku masak di meja . Dia langsung memotongnya " Nak Devi bisa masak juga ? " tanya Mama kemudian " Bisa dong tante " Ucapnya dengan malu-malu " Benar-benar menantu idaman ya, udah cantik, pintar cari uang pintar masak lagi. Suami kamu pasti beruntung banget punya istri kayak kamu " puji Mama yang membuat Devi tersipu malu. Kupingku panas mendengar Mama memuji Devi dengan berlebihan. Seandainya saja Mama tahu siapa Devi sebenarnya. Dia dengan sengaja mencari perhatian Mama dan menyudutkanku. Seakan-akan aku kalah jauh dengan kemampuan dia dalam bidang memasak. Dia perempuan licik yang bertopeng, dia terlihat manis di depan banyak orang tetapi hatinya di penuhi dengan kebusukan. Dia menyiapkan segala makan malam kami hingga tersaji di depan meja. " Baunya harum banget " Puji Mama Dengan segera ia mengambil piring dan mencicipi masakan yang di buat Devi " hmmm lezat sekali. kamu benar-benar pandai memasak Devi " puji Mama " Terimakasih tante " ucapnya dengan malu-malu " Kita makan bareng-bareng saja ya, mungkin tak lama Imron akan datang " Ucap Mama Dan benar tak berselang lama Mas Imron datang. Mas Imron nampak kaget dengan keberadaan Devi. tetapi ku lihat sorot mata Devi berbinar ketika menyambut kedatangan Mas Imron. Mas Imron segera duduk di sampingku, dengan ragu. Mungkin Mas Imron juga bertanya-tanya mengapa bisa Devi berada di tengah-tengah kami. " Kamu kenapa bisa ada disini " Tanya Mas Imron kemudian " Iya Mas, gak sengaja ketemu Tante di Mall. Kelihatannya Barang belanjaan tante banyak banget akhirnya aku bantu bawain. Eh ternyata Tante ini orang tua kamu toh Mas . terus aku mampir kesini kangen juga sama Mbak Anita kan sudah lama gak ketemu " Jawab Devi " Ini tadi Devi yang masak loh, enak banget masakannya. Ayo makan Mama udah lapar banget ini " Ajak Mama " Imron masih kenyang, mau ke kamar dulu " Ucap Mas Imron kemudian beranjak pergi Tetapi tangan Mama berhasil mencengkram Mas Imron " Eh gak sopan ada tamu kok di cuekin " Protes Mama Mas Imron kembali duduk di meja makan dan menatapku. Aku tahu, Mas Imron pasti memikirkan perasaanku. Tetapi kita sama-sama terjebak di situasi pelik ini. " Mas, aku ambilin ya " Ucap Devi dengan lancang kemudian mengambilkan nasi dan beberapa lauk di piring Mas Imron. setelah menyerahkannya kepada Mas Imron, ia tak lupa mengambil air mineral dan di taruhnya di samping Mas Imron. " Selamat makan " ucapnya kemudian Aku hanya memainkan sendok di piringku, dengan ogah-ogahan aku menyuapkannya ke mulutku, rasanya selera makanku hilang. " Mbak, di makan dong " Ucap Devi rupanya ia begitu memperhatikan aku. Aku merasa tak bisa berkutik di rumahku sendiri . Wanita itu benar-benar licik, dia menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan hati Mas Imron. Dan sekarang ia sedang berusaha mendapatkan perhatian Mama dan Papa. Halus sekali mainnya, tetapi aku tak akan menyerah. Perlahan tapi pasti akan ku buat dia hancur dengan permainannya sendiri. Ku ambil piring-piring kotor dan membawanya ke dapur untuk di cuci. Dengan segera aku mencucinya " Mertuamu begitu mudah ku taklukan. siap-siap aja Mbak untuk kalah " ucapnya yang tiba-tiba ada di sebelahku. " Licik " ucapku dengan penuh penekanan " Oh atau kalau Mbak gak siap kalah lebih baik Mbak mundur saja " Ucapnya kemudian " Dengar ya . aku berada di jalur yang benar jadi yang semestinya harus mundur itu kamu" jawabku " Devi kamu itu tamu ya bukan pembantu, udah sana jangan di dapur " Ucapku setengah berteriak. " Lihat saja siapa pemenangnya " Ucapnya kemudian berlalu. Sial ! Wanita itu benar-benar membuatku emosi. Enak saja dia menyuruhku melepaskan sesuatu yang memang milikku, sedangkan dahulu ia pernah punya kesempatan memilikinya tetapi ia sia-siakan begitu saja Giliran sudah menjadi milik orang lain, dia ingin merebutnya. Tidak , aku tidak akan membiarkan Devi memilikinya. Bertahun-tahun aku mempertahankan. Dengan susah payah aku berjuang untuk mendapatkan Mas Imron. kini giliran Mas Imron telah membalas cintaku dengan mudahnya ia menyuruhku menyerah. Tidak akan. Setelah menyelesaikan pekerjaaanku, aku segera bergabung bersama Mama Papa Devi dan Mas Imron di ruang keluarga. Mereka nampak asik membicarakan sesuatu. Dapat ku lihat Devi dan Mama begitu nyaman satu sama lain tetapi berbeda dengan Mas Imron, muka Mas Imron begitu kaku dan terlihat tak nyaman. " Kok kamu gak pernah cerita sih kalau sudah berteman lama sama Devi, semenjak kamu kuliah kan ? " Tanya Mama Dan Mas Imron nampak gelagapan hendak menjawab apa. " Untungnya Devi juga cukup akrab ya dengan Anita. sehingga pertemanan kalian tetap terjaga " Ucap Mama kemudian. " Oh ya Devi. masak sih perempuan secantik kamu gak punya pacar ? " Tanya Mama pada Devi " Saya sedang memperjuangkan seseorang tante. Pacar saya terjebak di dalam hubungan yang tidak dia kehendaki dengan wanita pilihan orang tuanya, tetapi saya tidak menyerah untuk membuktikan bahwa sayalah perempuan terbaik yang pantas mendampingi pacar saya" ucapnya dengan tersenyum licik menatap ke arahku dan Mas Imron secara bergantian " Semoga saja perjuanganmu segera mendapatkan hasil ya " Sahut Mama " Tak akan lama lagi tante " Ucapnya dengan tersenyum licik
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN