" Siapa yang berselingkuh " ucap Mama sembari mendekat ke arah kami
Aku dan Ibu hanya mampu saling pandang.
" Ibu, Indah bilang sama saya siapa yang berselingkuh ? " Ucap Mama dengan tegas
Sejak kapan Mama mendengar percakapan kami.
Apakah Mama sudah mengetahui semuanya
" Oh itu Ma, temen Indah kasihan suaminya selingkuh" jawabku dengan cepat meskipun sedikit gelagapan.
" Oh .. ku kira Imron aneh aneh sama kamu. Laporkan Mama kalau sampek Imron menyakiti kamu, meskipun Imron adalah anak Mama. Mama tidak akan membela kalau dia salah " jawab Mama
" Mama tenang aja. Doakan agar rumah tangga Indah dan Mas Imron baik baik saja ya Ma " ucapku seraya menggengam erat tangannya.
**
Ntah Alasan apa tiba tiba hari ini Mas Imron pulang sangat cepat.
Apakah ia merasa bersalah karena membawa Devi datang kemari.
Hari ini Mas Imron mengajak kami sekeluarga makan di luar. Katanya sebagai tanda terima kasih karena sudah mensukseskan pesta ulang tahun Aldy.
Di tengah canda tawa yang renyah di dengar telinga, tetapi tidak merubah sedikit pun suasana hatiku.
Aku lebih banyak diam. Bukan karena tak menikmati suasana kekeluargaan ini, tetapi kondisi hatiku lagi kacau. Aku takut jikalau ada omongan dari diriku yang tak dapat terkontrol dan menjadi tanda tanya besar kemudian.
" Oh ya Ron. Perempuan kemarin temen kamu yang mana ya kok Mama rasa Mama tak kenal sama sekali dengan dia " ucap Mama membuat Mas Imron yang sedang makan tiba tiba tersedak.
Aku pun langsung menghentikan aktivitas makanku
Maklum Mama menanyakan hal demikian, karena Mama mengenal baik temen temen Mas Imron .
Karena menurut penuturan Mama . Imron itu anak yang doyan rebahan jadi daripada dia yang keluar, mending temen temennya yang datang kerumah.
Dan itu terjadi semenjak Mas Imron duduk di bangku sekolah pertama hingga Mas Imron kerja di kantornya sekarang. Itulah sebabnya Mama selalu kenal dengan teman teman Mas Imron.
" Apa yang di maksud Nenek. Tante Devi " tiba tiba saja Aldy menjawab pertanyaan Mama.
Ntah mengapa setiap Aldy menyebut namanya, ada sakit yang amat sangat mendera di lubuk hatiku.
" Ya itu Imron. Orang baru di kantor ? "
Tanya Mama kemudian.
" Salah satu client Imron " jawabnya singkat
" Oh kok kayaknya kenal dekat sampek datang di pesta ulang tahun Aldy. Kamu mengenalnya dengan baik Ndah ? " Tanya Mama yang tiba tiba menanyakan hal yang tak terduga kepadaku
" Eh.. tidak Ma . Cuma tahu saja " jawabku cukup gugup namun ku coba untuk sesantai mungkin
" Kalian suami istri . Siapapun temen kamu Ron , Indah harus kenal dan sebaliknya. agar tidak terjadi salah paham " ucap Mama
Dan kami mengangguk tanda setuju.
Meskipun seperti itu, tetap saja aku penasaran bagaimana Aldy bisa mengenal Devi.
Apakah memang dengan sengaja Mas Imron mengenalkannya pada Aldy.
Aku akan cari waktu yang tepat untuk menanyakan perihal ini kepada Aldy.
**
Kami pun berpamitan untuk pulang kerumah, setelah mengantarkan Ibu, Mama, Papa dan Aldy .
Karena besok Mama dan Papa akan pulang maka hari ini dia izin untuk tidur dengan Aldy.
Sesampainya dirumah kami sama sama diam tanpa banyak bicara. dan aku memutuskan untuk tidur di kamarku sendiri
" Anita " tahan Mas Imron
" Ya " ucapku singkat
" Aku juga kaget tiba tiba dia hadir di pesta ulang tahun Aldy.
Aldy bertemu dengan Devi pun secara tak sengaja waktu kami ke Mall. Aldy sangat antusias dengan pesta ulang tahun itu dan tiba tiba memberi tahu Devi "
" Ya Mas itu hak dia mau datang atau enggak. Udah aku mau istirahat " ucapku lalu menyelonong masuk kamarku.
Apa benar penjelasan Mas Imron tentang Aldy dan Devi.
Apakah aku harus percaya begitu saja, ataukah aku harus mencari tahu sendiri.
Besok akan aku tanyakan pada Aldy sendiri. Anak sekecil Aldy tidak akan berbohong.
**
Drrt drrrr
Dering ponselku berbunyi, aku yang sedang mengeringkan rambut pun bergegas untuk menerimanya
Nomer tak dikenal. Siapa ini
" Haloo " ucapku membuka percakapan
" Hai Mbak . Lagi apa ? Atau lagi nemenin Aldy membuka kado. Oh ya Mbak gimana kado dari aku apakah Aldy suka . Itu Aldy sendiri loh mbak yang minta "
Aku tertegun mendengar ucapan Devi. Sedekat apa mereka sehingga Aldy minta sesuatu pada Devi.
Aldy bukan tipe anak yang seperti itu, yang mudah minta minta ke orang lain.
Apakah pertemuan mereka lebih dari sekali ? Ataukah memang karena Aldy sangat antusias dengan pesta ulang tahunnya sehingga ia berani meminta sesuatu kepada orang lain.
" Mbak , Halo. Mbak dengar kan aku bicaranya ? " Ucapnya lagi yang berhasil membuyarkan lamunanku
Aku tersentak kaget, aku berusaha untuk menstabilkan emosiku.
Biar bagaimanapun aku tak ingin terkecoh dengan segala tipu daya yang Devi berikan
" Oh ya, terimakasih kamu telah perhatian kepada Aldy. Aldy menyukainya " jawabku dengan sangat manis
" Oh syukurlah Mbak, aku senang sekali mendengarnya" jawabnya kemudian
" Oh ya Mbak, Aldy itu sweet banget ya Mbak " Imbuhnya lagi dari ujung sana
" Oh ya tentu, aku mengajarkan Ia untuk bersikap manis kepada siapapun tak peduli kepada orang yang berusaha menghancurkan rumah tangga kedua orang tuanya sekalipun " Ucapku penuh penekanan
Tetapi ku dengar, Ia malah terkekeh menanggapi ucapanku
" Duh Mbak, lucu deh. Oh ya Mbak aku mau nanya deh ke Mbak. Mbak gak capek apa mencintai sendirian ? " Tanyanya yang berhasil membuatku gugup
" Oh sorry Mbak. Aku hanya memastikan bahwa hatimu baik- baik saja menjalani rumah tangga yang penuh dengan kepalsuan " Ucapnya lagi
" Kamu cuma orang luar yang tak berhak menilai seperti apa rumah tangga yang aku jalani " Jawabku mencoba santai
Dan lagi- lagi ia tertawa terbahak-bahak, ya dia menertawakan aku
menertawakan peran yang kini ku ambil bahkan ia menertawakan jalan yang kini aku yakini.
Memang benar sangat mustahil jika hanya mengandalkan keajaiban, tetapi aku begitu percaya jika suatu saat keajaiban itu ada dan nyata.
" Kalau aku jadi Mbak sih, aku cukup tahu diri Mbak dengan melepaskan Mas Imron. Capek loh Mbak berjuang sendirian " jawabnya lagi dengan nada menyindirku
" Kalau aku jadi kamu, aku juga tahu diri dan gak akan merusak hubungan orang lain " Ucapku dengan ketus