Aldy tak mungkin berbohong

1001 Kata
Sambungan telfon dengan sengaja ku putus. Rasanya aku sudah sangat muak mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya. Ku coba untuk memejamkan mata. Rasanya lelah sekali dengan segala masalah yang ada di hidupku. Pagi ini ku jalani aktivitas seperti biasa, aku pulang lebih cepat karena akan mengantarkan Mama dan Papa ke stasiun. Saat tiba di pelataran rumah Ibu, ternyata Mas Imron sudah berada disana lebih awal Sepanjang perjalanan ke stasiun, Aldy sangat lengket sekali dengan Nenek Kakeknya, seolah tak ingin berpisah dari mereka. Tetapi setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Biarlah yang berjarak menumbuhkan rindu yang suatu saat akan di petik dengan haru. ** Setelah mengantarkan Ibu . Aldy pun ikut pulang bersama kami Sepanjang jalan ocehan Aldy lebih mendominasi, aku lebih banyak diam . Berkali kali aku memikirkan waktu yang tepat untuk menanyakan perihal Devi kepada Aldy. Sesampainya dirumah. Aldy langsung menuju kamar tidur Ntah kenapa tiba tiba langkahku dengan cepat mengikuti Aldy. Tak di sangka ternyata aku dan Mas Imron memiliki tujuan yang sama, yaitu ke kamar Aldy. Pintu kamar yang tak tertutup membuat Aldy dapat melihat dengan jelas bagaimana secara bersamaan kedua orang tuanya saling pandang di depan kamar " Mama sama Papa ngapain disitu, sini masuk " Ucap Aldy menyadarkanku. Jika aku ke kamar Aldy untuk menanyakan perihal perkenalannya dengan Devi. Apakah Mas Imron kemari dengan tujuan membujuk Aldy agar tak menceritakan yang sejujurnya padaku tentang Dia dan Devi. Jika memang itu terjadi, sungguh picik sekali caramu Mas. Mencuci otak dan mengajari anak sekecil itu untuk berbuat yang tidak jujur. Kami pun menghampiri Aldy yang sedang duduk di ranjang. Mendarati bertubi tubi ciuman padanya. Di dalam dirinya mengalir darah Mas Imron. Seseorang yang amat sangat aku cintai, sekalipun berkali kali dia membuatku terluka. Dia memelukku sangat erat. Yang ntah kenapa mataku tiba tiba berembun. Aku begitu takut kehilangannya, meskipun selama ini aku tak membersamainya secara penuh tetapi cintaku padanya melebihi cintaku pada diriku sendiri. " Mama kenapa " Aldy yang mengetahui aku sedang terisak tiba tiba menanyakan hal itu padaku Dengan segera ku usap air mataku dan tersenyum manis padanya " Terharu . Anak Mama sudah segede ini " ucapku Dia malah semakin erat memelukku , manis sekali Anakku Sungguh berbanding terbalik dengan Ayahnya. Malam ini kami tidur bertiga, tanpa ada pembicaraan apapun mengenai Devi. ** Menyiapkan makanan untuk keluarga adalah salah satu hal yang paling ku sukai. Membumbuinya dengan cinta sepenuh hati Memastikan segala yang tersajikan higienis Lalu melihat mereka memakan masakanku dengan lahap dan penuh selera membuatku merasa bangga. Nasi goreng sosis kesukaan Aldy sudah tersaji di atas meja. Tak lama Ia muncul dengan Ayahnya Dan kami bersama sarapan bareng. " Bentar lagi ada yang masuk TK nih " ucap Mas Imron membuka percakapan " Iya Aldy gak sabar pingin sekolah " ucapnya seraya menyuapkan makanan ke mulutnya. " Kalau sekolah bangunnya harus pagi biar gak telat " ucapku " Siap bos " ucapnya segera " Kita berangkat barengan aja ya , setelah mengantar Aldy kerumah Ibu. Aku antar kamu ke sekolah " ucap Mas Imron dan aku hanya menjawab dengan anggukan kepala. " Bye byeeee " ucapku sembari melambaikan kedua tangan " Hati hati " ucap Ibu dan Aldy secara bersamaan Mas Imron kembali melajukan laju kendaraanya menerobos padatnya jalanan ibu kota. Sama sekali tak ada percakapan di antara kami. Pandanganku pun tertuju pada jalanan yang ramai dengan segala aktivitasnya. Mas Imron tiba tiba menggengam erat tanganku . Sedikitpun tak ada niatan aku untuk menepisnya Ku biarkan saja Dia. Meski sejujurnya ada banyak hal yang ingin aku ungkapkan. Tetapi ku rasa diam, adalah pilihan tepatnya. Mobil pun telah terparkir di halaman sekolah aku segera turun tetapi lagi lagi tangan mas Imron menahanku " Ada yang lupa " ucapnya seraya tersenyum manis Aku hanya memicingkan mata. Kemudian mencoba turun kepala. Tetapi sekali lagi , dengan cepat tangan Mas Imron menahanku " Hati hati " ucapnya kemudian lalu membiarkan aku turun dari mobilnya. Aku berjalan dengan cepat menuju ruang kerjaku Lalu balik jendela ku lihat mobil Mas Imron pun berlalu " Bu " ucap salah satu rekan guruku mengagetkanku " Eh Bu ngagetin aja " ucapku yang terkejut " Udah Bu . Ntar di rumah di lihat lagi " ucapnya menggodaku kemudian berlalu. Jam mengajar pun telah usai . Aku memilih untuk pulang menggunakan taksi online karena aku ingin menanyakan kepada Aldy perihal Devi Dengan segera memesan taksi online dari gawaiku. Tak menunggu waktu lama , taksi pesananku pun datang Dan mengantarkan aku pulang kerumah Ibu dengan selamat. " Assalamualaikum " ucapku " Walaikumsalam " kata Aldy yang kemudian berhambur memelukku " Duh Anak Mama yang sudah mau sekolah " ucapku mencium keningnya " Eh Indah udah pulang, mana Imron " tanya Ibu " Aku pulang pakai taksi online Bu " jawabku " Oh ya Aldy. Mama mau nanya sesuatu boleh " ucapku pada Aldy " Boleh Ma " sahut Aldy " Aldy kenal sama tante Devi dimana " tanyaku " Oh itu . Waktu kita jalan jalan di Mall, kan Mama belanja tuh. Aku main sama Papa gak sengaja ketemu tante Devi juga sama anaknya . Anaknya juga cowok Ma " ucapnya tanpa terbata Punya anak. Masa iya Devi punya anak sih Kalau memang punya anak, lantas suaminya kemana ya. Mengapa suaminya membiarkan istrinya menggoda suami orang. " Oh gitu, Aldy kayaknya kenal deket banget sama tante Devi. Emangnya sudah berapa kali ketemu " " Kayaknya dua kali Ma " jawabku dengan nampak mengingat ingat sesuatu " Oh ya, dimana saja " tanyaku " Ya Sama di Mall . Yang kedua waktu Aldy ngemall sama Papa berdua eh disitu sudah ada tante Devi sama anaknya " " Oh jadi kalian udah janjian gitu ya " ucapku mempertegas Dan Aldy menganggukan kepala pertanda iya aku terkejut mendengar pengakuan Aldy. tega sekali Mas , kamu membawa Aldy dalam masalah kita. Tanpa rasa bersalah kamu mengenalkan perempuan itu kepada Aldy. Dimana letak nurani mu Mas Tak hanya aku rupanya Ibu pun juga terkejut. Ibu mendekatiku kemudian mengelus punggungku, Bu, akhirnya engkau tahu lelaki seperti apa menantu kesayangan Ibu itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN