Aku merasa bahwa Devi memanfaatkan kelemahan yang ada pada dirinya untuk kembali merebut Mas Imron

2003 Kata
" Mama " tiba-tiba Aldy mengagetkanku " Kamu kemana saja aku cariin ? " Tanya Mas Imron " Aldy sudah dapat yang Aldy mau ? ayuk kita pulang " Ajakku kemudian ** " Halo Nenek, kapan kesini lagi " Tanya Aldy yang tengah vidio call sama Neneknya " Aldy dong kalau liburan kemari " ucap Neneknya " Iya Nek , nanti aku ajak Mama sama Papa " Jawab Aldy " Assalamualaikum Ma, Mama Papa sehat ? " Tanyaku kemudian " Mama sehat, Papa juga sehat. Kalian sehat juga kan disana ? " Tanya Mama padaku " Alhamdulillah sehat Ma, Oh ya Ma gimana masih ada yang sering kirim makanan ke Mama ? Aku khawatir Ma takutnya itu orang punya niat buruk ke Mama " " Oh itu Haha " Ucap Mama kemudian tertawa. " Kamu tenang saja , ternyata itu orang baik yang suka kirim makanan " " Oh jadi Mama kenal orangnya, syukurlah kalau begitu. Ngomong- ngomong siapa Ma ? " " Devi. Ternyata Devi yang suka kirim-kirim makanan ke Mama " Jawab Mama dengan santai Devi ? mengirimkan makanan kepada Mama terlihat sekali jika dia ingin mencari simpati Mama " Jadi Mama itu lagi telponan sama Devi eh tiba-tiba ada ojek online kirim makanan dan akhirnya dia ngaku kalau selama ini dia yang suka kirim makanan ke Mama " " Oh jadi Mama punya nomer telfon Devi ? " " Iya Nita, Mama tukaran nomer telfon Devi pas kita gak sengaja ketemu di sekolah. Mama ngantar Devi eh kebetulan anak Devi juga sekolah disitu. Akhirnya ngobrol dan dia ngajak Mama main ke Mall terus Mama di kasih cindera mata gitu, katanya kenang-kenangan dari dia eh gak tau nya ketinggalan deh di rumah kamu hahaaaa " Ucap Mama kemudian terbahak " Mama baru tahu kalau ternyata Devi sudah berkeluarga kok kamu gak cerita sih sama Mama ? " Tanya Mama yang membuatku menelan saliva " Mama tenang ternyata Devi sudah berkeluarga, jadi gak khawatir sama kamu dan Imron. Awalnya Papa itu punya fikiran buruk ke Devi, takut Devi punya niatan jelek ke hubungan kalian eh ternyata dia sudah berkeluarga dan punya anak. Anaknya juga cowok sepantaran sama Aldy " Ucap Mama kemudian " Eh iya Ma " jawabku singkat, sebab aku pun tak tahu harus menjawab apa ke Mama. Seandainya Mama tahu, apa tujuan Devi melakukan ini semua . Apa Mama tetap menerima Devi dengan baik. Mama lanjut mengobrol dengan Aldy. " Kamu kenapa ? " Tanya Mas Imron " Kamu tahu pengirim misterius yang sering kirim makanan ke Mama, itu ternyata Devi " jawabku Dan Mas Imron nampak terkejut dengan pernyataan yang aku sampaikan. " Dia tahu darimana alamat rumah Mamaku ? " Tanya Mas Imron " Entahlah " Ucapku seraya mengangkat bahu " Keterlaluan banget Mas, dia sengaja mencari perhatian orang-orang di sekeliling kamu. Itu cara dia menyingkirkan aku dengan halus" Ucapku kemudian Mas Imron mengelus-elus pundak aku seakan memberiku ketenangan. Tetapi tetap saja amarah di dadaku tak bisa ku redam. Devi sudah sangat keterlaluan melampaui batas , dia benar-benar ingin menggeser posisiku . Aku merasa bahwa Devi memanfaatkan kelemahan yang ada pada dirinya untuk kembali merebut Mas Imron Aku rasa dia cukup waras dalam melakukan semua ini. ** " Mas, hari ini aku antar ya ? " Ucapku pada Mas Imron uhuk , Mas Imron tiba-tiba tersedak. " Ngantar ? " Tanya Mas Imron yang nampak tak yakin dengan omonganku " Iya. Aku bosan Mas di rumah terus ya Plissss " ucapku memohon " Baiklah " Ucapnya lagi. Dan kami bertiga pun bersiap untuk menuju tempat tujuan masing-masing. Aku kembali menyetir mobil, setelah sekian lama tak pernah mengendarai mobil sendiri. Awalnya Mas Imron meragukan aku, tetapi aku meyakinkan Mas Imron bahwa aku bisa . Sebagai putri tunggal satu-satunya aku memang di tuntut untuk serba bisa. Karena aku lah yang akan di andalkan oleh Ibu dan Bapak . Setelah mengantarkan Aldy ke sekolahannya, aku pun mengantarkan Mas Imron. Saat Mobilku masuk di pelataran kantor Mas Imron dari jauh nampak ku lihat Devi sudah menunggu di depan pintu masuk . Aku yakin dia sedang menunggu Mas Imron. " Aku duluan ya " Ucapnya kemudian mencium keningku. Mas Imron pun turun dari mobil dan aku mengikutinya " Kamu ngapain, mau ngantar sampai ruangan aku ? " Tanya Mas Imron kemudian Dan aku hanya menggeleng kepala mendahului Mas Imron sampai pintu masuk. Devi membuang muka tatkala menatapku " Kayak lagi nungguin seseorang " Ucapku kemudian " Oh ya, Terimakasih ya karena kamu sudah begitu peduli dengan mertua aku. Kamu benar-benar bekerja keras untuk menjadi w************n " Ucapku kemudian berlalu " Hai Mas selamat bekerja ya. Ingat jaga mata dan hati kamu dari godaan setan yang terkutuk " Ucapku kemudian mencium pipinya di depan mata Devi . Aku yakin, Devi sangat geram dengan tingkah lakuku. Tetapi ini belum seberapa, akan ada hal-hal yang lebih dari ini. Aku pun segera berlalu. Ku putuskan untuk ke rumah Ibu. Aku begitu merindukan Ibu. Meskipun kini aku sudah menjadi seorang Ibu, tetaplah aku ingin bermanja-manja di pangkuan Ibu. " Assalamualaikum Ibu " Ucapku memberi salam " Walaikumsalam Nak " Jawab Ibu kemudian " Ayo Masuk " Imbuh Ibu kemudian " Bu, Anita kangen banget sama Ibu " Ucapku memeluk Ibu " Kamu kenapa sih ? aneh banget " Ucap Ibu seraya mengelus rambutku " Kamu baik-baik saja kan , bagaimana dengan Imron apakah dia menyakitimu ? " Tanya Ibu kemudian. " Anita baik Bu . Dan Mas Imron " Ucapanku menggantung di udara " Kenapa Imron apa dia menyakitimu ? " Tanya Ibu lagi. Ku putuskan untuk menceritakan apa yang aku alami kepada Ibu. Ibu sudah banyak tahu tentang rumah tanggaku dan Mas Imron Ku rasa tak ada salahnya jika kini aku bercerita kepada Ibu " Aku dan Mas Imron terjebak di situasi yang sulit Bu " Ucapku lagi " Sulit bagaimana ? " " Devi ternyata mantan pacar Mas Imron , dan mereka berpisah karena orang tua Devi tak menyetujui hubungan mereka. Devi di jodohkan dengan lelaki lain dan malangnya lelaki tersebut hanya main-main dengan Devi. hingga Devi hamil dan lelaki tersebut membatalkan pernikahannya dengan Devi. Devi depresi dan kembali mengingat Mas Imron. Hanya Mas Imron yang mampu menyembuhkan luka Devi Mas Imron merasa iba kepada Devi sehingga Mas Imron menolong Devi. Tetapi ku rasa semua kebaikan Mas Imron di manfaatkan oleh Devi, Devi terus berharap kepada Mas Imron" " Lalu bagaimana dengan Imron ? " " Bagi Mas Imron, Devi hanyalah bagian dari masa lalunya. Ketika ku tanya bagaimana perasaannya terhadap Devi dan dia hanya menjawab hanya sebatas rasa iba . Aku tidak tahu Bu , harus percaya atau tidak . Aku khawatir seiring kebersamaan mereka, benih-benih cinta yang dulu hilang, muncul kembali " " Ibu mengenal Imron dengan sangat baik. Dia lelaki yang bertanggung jawab. Tetapi soal perasaan ibu tak bisa menjamin, sebab cinta bisa mematikan logika. Ibu berpesan padamu agar kamu membesarkan hati untuk menerima kenyataan yang ada, semoga saja kebaikan hatimu membuat kedamaian di dalam hidupmu " " Aku tidak tahu Bu , harus berbuat apa. Devi bisa melakukan banyak hal bahkan sekarang dia sedang mendekatkan diri kepada Mama . Dia sering kirim kirim kue ke Mama " Keluhku " Soal mertuamu, Ibu sangat yakin dia tak akan tergoda. Apalagi sampai punya fikiran menyuruh Devi menikah dengan Imron. Mereka orang baik yang akan tetap baik kepada semua orang, termasuk kepada Devi. Karena mereka tak tahu siapa Devi sebenarnya" " Aku takut akan kehilangan Mas Imron Ibu" Ucapku kemudian memeluk Ibu Air mataku jatuh tak terbendung , di bahu Ibu, ku curahkan segala isi hatiku. Aku menangis sesenggukan di pelukan Ibu. Ibu mengelus-elus punggungku dengan sangat lembut. Ibu seakan mengerti apa yang kini aku rasakan. Bisa bercerita kepada Ibu membuatku sedikit lega. Meskipun aku tahu Ibu pun tak dapat berbuat banyak tetapi setidaknya aku tak menanggung ini semua sendirian. Ku habiskan waktu untuk mengobrol bersama Ibu dan ku lihat jam sudah menunjukan pukul 10.00 Jam pulang sekolah Aldy. Sial Aku terlambat menjemputnya, Aldy pasti sudah menungguku. " Bu, Aku harus menjemput Aldy. Kasihan Bu Aldy pasti sudah menunggu lama " Ujarku dan bergegas mencari kontak mobil Duh ku taruh mana ya tadi, ucapku mencoba mengingat ingat dimana aku menaruh kunci mobil. Setelah cukup lama mencari akhirnya ketemu juga . Segera pakai jilbabku dan menuju ke luar rumah. Tetapi seseorang dengan gagah sudah berdiri di depannya " Mas Hendra" Ucapku menatapnya dengan terkejut " Hai " Ucapnya tersenyum kepadaku " Mama " Sapa Aldy dan kemudian berhamburan kepadaku " Ayo masuk. Aldy ganti baju dulu sama Nenek ya " Ucapku memerintahkan Aldy " Kebetulan aku lagi jemput anakku , dan ku lihat Aldy menunggu sendirian akhirnya aku tawari dia untuk bersamaku. Lain kali kamu harus ingat kapan jadwal olahraga Aldy agar tak keliru jam menjemput Aldy " Ucapnya tanpa seolah mengerti isi pikiranku " Terimakasih banyak ya Mas Hendra. Aku benar-benar lupa kalau hari ini Aldy pulang lebih awal " Ucapku kemudian " No problem " " Oh ya Kamu sendiri ? Anak kamu ? " " Oh dia, dia sudah ku pulangkan terlebih dahulu ke rumahnya " Ucapnya " Oh iya " " Ayo di minum " Ucap Ibu yang tiba-tiba muncul dengan membawa minuman serta cemilan " Terimakasih ya. Anita itu memang begitu pelupa, tadi saja pas mau berangkat dia lupa menaruh kuncinya dimana " Ucap Ibu sambil tertawa " Anita gak berubah ya, tetap seperti dahulu " Ucap Mas Hendra kemudian Dan kami pun larut dalam suasana. Setelah cukup lama, Mas Hendra berpamitan untuk pulang Semakin jauh dan kendaraanya pun tak terlihat lagi " Tau gitu tak jodohkan kamu sama Hendra. Ganteng, baik dan gak ruwet " Goda Ibu padaku kemudian berlalu " Ibu apaan sih " protesku. ** Aku mengajak serta Ibu dan Aldy untuk menjemput Mas Imron, sekalian aku mau mengajak Ibu untuk makan di luar. Aku hentikan mobilku tak jauh dari pintu masuk kantor Mas Imron dan aku tetap menunggu di dalam mobil. " Loh Nit, itu bukannya ? " Tunjuk Ibu kepada Devi yang tengah berdiri di depan Lobby, sepertinya dia menunggu jemputan " Ya Bu. Sekarang Devi kerja disini Bu " Ucapku menjawab pertanyaan Ibu " Apa Nit ? Jadi mereka ? " Ucap Ibu menutup mulutnya yang terkejut dan aku hanya mengangguk Tak lama mobil jemputan Devi datang. Mobil Sport berwarna putih Mobil itu seperti milik Mas Hendra, batinku " Nit. kayak mobilnya Hendra ya " Ucap Ibu yang sepemikiran denganku " Anita juga mikir begitu Bu " Tak lama Mas Imron pun muncul dan dia pun melangkahkan kaki ke arah kami berada. " Wih rame-rame nih " Ucapnya sesaat setelah membuka pintu mobilnya. Aku berganti posisi dan kini Mas Imron yang menyetir Mobil yang kami kendarai melaju menuju resto yang sudah ku pesan. Setelah sampai kami pun segera menuju meja yang memang sudah aku booking. Tak lama menu pesanan kami pun datang . Dengan penuh kehangatan kami menikmati kebersamaan kami Alunan musik yang lembut menambah hangat suasana yang tercipta. " Aku ke toilet dulu ya " izinkan pada Ibu dan juga Mas Imron Ku langkahkan kaki menuju toilet, dan aku terkejut mendapati Devi juga berada disini. Devi pun sama terkejutnya ketika melihatku " Oh kamu disini juga, kebetulan sekali " Ucapku " Kamu ada dimana-mana ya Mbak " jawabnya " Sama siapa kamu kesini ? sama lelaki orang ya " Tebak ku " Jaga ucapan kamu ya " Ucapnya tak terima dengan apa yang aku ucapkan " Kenapa ? kenyataan kan , kamu itu suka merebut suami orang " Ucapku seraya menatapnya dengan tajam " Aku bukan perempuan murahan seperti yang kamu bilang " jawabnya melawan " Apa dong sebutan yang cocok untuk wanita yang dengan sadar menggoda suami orang kalau bukan w************n, Ha ? " Ucapku menatapnya dengan sinis Tangannya mengepal dan siap menamparku. Tetapi dengan sigap aku menahannya " Jangan berani kamu menyentuhku, Perempuan murahan " Ucapku mencengkam erat tangannya kemudian membuangnya dengan kasar " Dev, lama banget. Sudah apa belum ? " Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul, Aku terkejut tak kala melihat siapa yang sedang bersama dengan Devi Kamu ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN