bc

Cinta Yang Terabaikan

book_age12+
25
IKUTI
1K
BACA
adventure
HE
drama
tragedy
kicking
straight
loser
expert
school
slice of life
like
intro-logo
Uraian

Zaky anak kedua dari lima bersaudara. Hanya ia satu-satunya anak laki-laki. Saudaranya yang lain semuanya perempuan.

Ketika baru naik kelas 1 MAN, bapaknya meninggal dunia. Sebagai satu-satunya anak laki-laki di dalam keluarganya, mau tak mau, Zaky harus berkorban demi masa depan adik beradiknya.

Zaky seorang anak yang agak pendiam tapi baik dan jujur. Ketika duduk di kelas 1, ia menyukai teman 1 kelasnya yang bernama Ana. Ana gadis yang cantik, alim dan cerdas yang berasal dari keluarga yang berada. Banyak siswa MAN yang suka padanya, tapi tidak ditanggapi termasuk Zaky.

Ana tahu Zaky menyukainya walaupun tidak pernah diungkapkan oleh Zaky sendiri. Tapi mana mungkin Ana mencintai Zaky yang prestasinya biasa-biasa saja dan berasal dari orang kebanyakan.

Akhirnyanya mereka tidak pernah bertemu lagi karena Zaky terpaksa putus sekolah.

Tragedi demi tragedi terjadi dalam liku-liku kisah cinta mereka.

Setelah tamat MAN, Ana ikut ibunya karena rumah tangga orang tuanya hancur akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya.

bagaimanakah sang nasib mempermainkan kisah cinta mereka?

Akankah Zaky hanya akan menjadi anak yang p***n*ang, yang tidak dihargai oleh orang-orang karena menjadi seorang yang putus sekolah?

chap-preview
Pratinjau gratis
Sekolah Impian
Hari masih pagi, matahari belum menampakkan dirinya. Masih ada embun yang menetes di dedaunan. Jalan-jalan mulai ramai, orang pergi-pulang dari pasar, berbelanja bahan makanan. Kepulauan Meranti di tahun 2021. Masih sibuk dengan katanya pandemi covid-19. Makanya jangan heran di jalan-jalan, banyak orang yang memakai masker. Ada masker yang menutupi muka bagian hidung dan mulut, ada juga masker yang hanya dipakai di dagu atau digantung di leher! Namanya ulah manusia. Jangan terlalu difikirkan. Nanti hatimu sakit. Pikirkan saja masalahmu! Zaky mengayuh sepedanya dengan santai. Di belakangnya membonceng adiknya yang nomor tiga, si Yuni. Yuni sekolah kelas 2 SD. Sedangkan duduk di bagian depan adiknya yang nomor empat, Seli baru masuk kelas 1 SD. Hari ini adalah hari pertama mereka memulai aktivitas sekolah setelah sekian lama libur kenaikan kelas kemaren. Setelah mengantar adik-adiknya, Zaky langsung mengayuh sepedanya menuju jalan Banglas ujung. Setelah melewati Kantor Desa Banglas, SDLB, Zaky langsung berbelok ke kiri. Karena disitulah terletak sekolah impiannya. MAN 1 Kepulauan Meranti. MAN 1 Kepulauan Meranti ini adalah salah satu sekolah favorit. Tak sembarang orang yang bisa mengenyam pendidikan di sini. Siswa-siswi yang diterima adalah siswa-siswi pilihan. Nilai ujian mereka tinggi-tinggi. Beruntung Zaky bisa masuk di sini, pada hal ia bukan termasuk siswa-siswi yang berprestasi. Aneh. “Bagi siswa-siswi baru diharapkan berkumpul di halaman sekolah membentuk lima barisan berbanjar. Laki-laki ikut barisan laki-laki dan perempuan buat barisan sesama perempuan!” Zaky baru saja memarkir sepedanya ketika ia mendengar pengumuman yang disampaikan melalui pengeras suara. “Sekali lagi kami sampaikan bagi siswa-siswi baru untuk segera berkumpul di halaman sekolah membentuk barisan berbanjar…” pengumuman itu terus diulang sampai tiga kali. Dalam hitungan menit halaman depan sekolah langsung diserbu oleh ratusan siswa-siswi baru. Mereka sibuk mengatur barisannya. Zaky perhatikan bahwa siswa-siswi baru itu rata-rata mereka saling kenal. Hanya ia yang tidak dikenal. Ia hanya meringis. Ah biarlah batinnya dalam hati. Tak lama kemudian seorang guru wanita yang agak gemuk berkacamata maju di depan, dia membuka kata dengan salam “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh” lalu salamnya itu dijawab dengan suara bergemuruh dan penuh semangat dari para siswa baru, “wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh!” “Anak-anakku sekalian, para siswa-siswi baru, sebelumnya selamat datang dan selamat bergabung di dalam sebuah keluarga besar MAN 1 Kepulauan Meranti!. Perkenalkan nama ibuk adalah Listiana. Saat ini ibuk dipercaya untuk memimpin sekolah ini. Berbahagialah kalian semua yang hari ini bisa berdiri di halaman sekolah ini, karena ada banyak orang yang di luar sana, mau bersekolah di sekolah kita ini, tetapi mereka tidak memenuhi syarat. Jadi kalian adalah orang-orang pilihan diantara sekian ratus orang yang telah mendaftar di sekolah ini!” Mendengar kata-kata kepala sekolah itu, d**a murid-murid baru serasa bergemuruh! Membuncah rasa bangga dihati mereka. Karena mereka memang menyadari bahwa sangat sulit untuk bisa masuk di sekolah ini. Sekolah impian bagi mereka. Berbagai seleksi dan tes baik lisan maupun tertulis sudah mereka jalani untuk bisa lolos mendaftar di sekolah ini. Setelah kira-kira dua puluh menit penuh buk Listiana menyampaikan berbagai pesan dan harapan bagi para siswa baru, lalu mereka disuruh untuk langsung masuk ke kelas masing-masing. Siswa baru dibagi menjadi empat ruangan. Masing-masing ruangan berjumlah tiga puluh lima orang. Zaky melihat namanya tertulis di daftar ruangan X (D). ia pun langsung masuk. Sudah banyak siswa yang masuk dan berebut mencari bangku favorit mereka. Kebanyakan dari mereka duduk berdekatan dengan siswa yang mereka kenal sehingga secara tak langsung membentuk sebuah group kecil. Tak ada satu pun diantara mereka yang Zaky kenal. Zaky langsung duduk di bangku bagian tengah sudut kanan bagian dari kelas. Zaky tak mau duduk di bangku bagian depan yang biasanya ditempati oleh mereka yang jenius. Ia tak mau juga duduk paling belakang. Dimana-mana sekolah, bangku bagian belakang disinyalir adalah tempat anak-anak badung. Zaky duduk diam dibangkunya. Sekali-kali ia menoleh gerombolan siswa yang saling berkenalan dan berbagi cerita. Tiba-tiba Zaky terpandang seorang siswi yang duduk empat bangku di depannya. Ketika dia menoleh sambil berbicara dengan teman disampingnya baru Zaky melihat parasnya. Cantik! Zaky yang awalnya tidak peduli, jadi berdebar-debar hatinya. Tapi ia mencoba menenangkan hatinya. Tujuannya ke sini untuk bersekolah bukan untuk hal lainnya. Tak mudah bagi ia untuk bersekolah di sini. Prestasi ia tak punya. Relasi pun tiada. Hanya sedikit keberuntungan yang tak mungkinlah membuat ia benar-benar bisa bersekolah di sekolah impiannya. Oleh sebab itu ia harus fokus dalam belajar dan menuntut ilmu di sini. Tapi yang namanya perasaan suka terhadap lawan jenis adalah hal yang lumrah! Kita tidak bisa menentukan bahwa kita tidak akan menyukai seseorang sampai kita siap atau sekian tahun yang akan datang. Perasaan suka atau cinta itu hal yang sangat misterius. Sampai-sampai kita pun tidak akan menyadari dan tidak siap menerimanya ketika ia ingin datang. Kadang-kala ketika kita berharap kedatangannya, tapi rasa itu tak muncul-muncul hingga kita tidak sabar menantinya! Seorang guru masuk ke kelas memutuskan serangkaian fikiran Zaky. Ia pun fokus menatap guru yang baru masuk tersebut. Buk ici namanya. Dia guru mata pelajaran bahasa inggris. Setelah dia memperkenalkan diri, lalu dia mengambil absen dan meminta siswa yang dipanggil namanya untuk berdiri dan memperkenalkan diri masing-masing. Ketika buk Ici memanggil nama Ana, seorang siswi berdiri dan memperkenalkan dirinya. Ternyata dia adalah siswa yang membuat d**a Zaky berkemuruh tadi. Bukan hanya Zaky yang memperhatikan Ana, semua siswa laki-laki memandang Ana dengan takjub. Dihati masing-masing berkata, seorang gadis yang cantik! Mungkin dari tadi di antara siswa laki-laki sudah ada yang melirik Ana. Sama seperti Zaky! Perkenalan terus berlanjut sampai ketika namanya disebut, Zaky hanya memperkenalkan dirinya dengan singkat. Tak ada rasa antusiasme dari teman-temannya. Zaky tak terlalu peduli dengan hal tersebut. Ia berprinsip semakin sedikit orang mengetahui akan dirinya semakin baik. Makanya ia tak mau terlalu ramah dengan teman-teman sekelasnya. Setelah perkenalan singkat itu selesai, dilanjutkan dengan proses belajar mengajar, mata pelajaran bahasa inggris. *** Matahari sudah mulai condong ke arah barat. Zaky pulang sekolah. Melintasi jalan Banglas langsung menuju jalan Mahmud. Keluar dari jalan Mahmud langsung belok kiri melewati jalan Rintis. Pas ditikungan, Zaky terus melaju menuju ke arah jalan Rintis ujung. Ia ingin tahu rumah Ana! Waktu perkenalan tadi, Ana mengatakan bahwa dia tinggal di jalan Rintis ujung. Zaky mengayuh sepedanya pelan-pelan. Tak sempat ia mengekori Ana tadi. Ana pulang pakai motor. Zaky berhenti. Matanya memandang ke arah rumah warna kuning sebelah kanan jalan. Ia melihat Ana memarkirkan motornya dan langsung masuk ke rumah. ‘Ternyata ini rumah Ana’ kata Zaky dalam hati. Lalu ia putar haluan langsung pulang. Hatinya senang. Sekarang ia sudah tahu rumah Ana. Sambil mengayuh sepeda, ia tersenyum. Bahagia! ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

JANUARI

read
50.5K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook