Catherine sudah menunggu di luar ruangan, tepatnya di kursi panjang yang ada di depan ruangan tersebut. Ardika menarik napas dalam-dalam sebelum menghampiri gadis yang raut wajahnya saja sudah mengatakan ia sedang memikirkan sesuatu yang berat. "Ada apa?" tanya Ardika begitu ia duduk di samping gadis itu. Catherine menoleh, gadis itu lalu menarik napas dalam-dalam. "Kak Dika ingin tahu kan kenapa bibi Yasmine sakit sampai seperti itu?" tanyanya memastikan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya. "Tentu saja, kenapa?" tanya Ardika penasaran. "Karena dia terus memikirkan Kya, Kak. Di mana Kya berada selama ini, bagaimana kabarnya, dia dengan siapa, semua dipikirkan bibi Yasmine setiap hari setiap malam hingga dia jatuh sakit seperti itu, Kak." Ardika menjadikan dirinya pendengar yang

