Pemakaman umum seperti biasa begitu sepi. Sepertinya do'a Kyana saat berangkat tadi memang didengar oleh sang pemberi kesempatan. "Saya tinggal sebentar, ya, Mr. Tenang saja nanti saya bayar berapapun hitungan argonya," ucap Kyana yang sebenarnya tak enak meninggalkan sopir taksi dan meminta menunggu. Bagaimanapun dia tahu sopir itu harus mencari menumpang lain juga untuk mendapatkan tambahan upah. Namun, setelah Kya mengatakan hal tadi, sang sopir taksi tersebut lalu mengangguk. "Baik, Nona. Silahkan saja lepas rindu dengan siapa pun yang Nona rindukan di sini," balasnya lalu mengangkat sebelah tangan untuk Kyana. Kyana terkekeh lalu masuk ke gerbang pemakaman. Dia senang sekali hari ini bertemu dengan sopir taksi yang cukup bersahabat baginya. Tak perlu berjalan kaki cukup jauh,

