"Anda sangat nakal Tuan muda, hahahh.." Hanya Brian yang berani mengatakan hal itu kepada tuan muda, siapa lagi yang berani bercanda seperti itu dengannya. "Tak apa, kuenya juga cukup enak. Lagipula kalau dia membayar dengan uang, aku khawatir dia mengumpulkan seluruh uangnya dan gulung tikar hanya untuk mengganti hal yang tak seharusnya." Pria berwajah tampan blasteran Indonesia-Belanda tersebut tersenyum membayangkan gadis itu yang begitu senang setelah mendapatkan jawaban darinya. Bahkan kata bodyguard yang mengawasi, dia terlihat sangat bersemangat mengayuh sepedanya untuk sampai ke toko kue. Sebenarnya Ardika tak tega melihat gadis itu datang dari kejauhan dengan sepeda hanya untuk menghantarkan kue untuknya. Tapi mau bagaimana lagi, tak mungkin dia yang datang setiap saat ke to

