Episode 22

2010 Kata

Ekor mata Kyana yang berhias bulu mata lentik mengikuti arah pergi gadis yang membawa berkas di tangannya. Rasanya ia ingin mengekori gadis itu untuk segera keluar dari ruangan ini. Belum apa-apa saja dia sudah ciut nyalinya. "Ada apa? Kenapa kau terlihat takut seperti itu? Aku tidak akan membunuhmu!" "Eh?? A-aku?" "Siapa lagi? Memangnya di sini ada orang lain selain kau dan aku?" Kini pria itu telah duduk di sampingnya. "Tapi Tuan, bukan itu maksud saya. Anda menyebut diri dengan sebutan aku?" Ardika bisa-bisanya baru ngeloading ke sana. Dia lebih nyaman dengan sebutan itu dibandingkan keformalan. "Terserah aku memanggilmu atau memanggil diriku apa. Kenapa? Apa kau keberatan?" Pria itu mendekat dan.. "Nona Kyana." Pria itu menekankan kalimat terakhirnya. Kyana menarik napas dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN