Kya kali ini sedikit canggung masuk ke ruangan Zeen. Saat ia masuk pun Zeen yang biasanya menyambut dengan senyum kali ini tak ada. Pria itu fokus ke layar laptopnya. Bahkan saat Kyana sudah berada dekat sekali dengan mejanya, ia tetap acuh tak acuh. "Khem, selamat siang, Tuan muda," sapa Kya dengan bahasa formal. "Hmm," balas Zeen singkat. Zeen hanya berusaha mendapatkan perhatian lebih dari Kyana dengan berpura-pura masih marah. "Maaf, ini ada laporan yang Tuan muda minta tadi pagi, tolong diperiksa." Masih dengan bahasa formal. Kya mendekat dan meletakkan map di atas meja Zeen dengan sopan, layaknya seorang bawahan kepada atasannya. Zeen menarik napas dalam-dalam, tatapannya berpindah pada sumber suara. Datar sekali tatapannya, tak seperti biasa. Bukannya memeriksa laporan yang di

