Anak satu-satunya dalam keluarga sudah pergi lagi meninggalkan mereka. Hal itu membuat sepasang suami istri yang sebelumnya sangat harmonis, kini masih terus saling diamkan saja sejak seminggu terakhir. Pemicunya hanya satu, perbedaan pendapat. Satu mengizinkan pergi, satu tidak hingga memicu perang dingin dalam rumah tangga. "Mi, sudahlah, sampai kapan kita akan terus saling diamkan seperti ini, hmm?" Alexander menghampiri istrinya yang tengah duduk menatap taman dari kursi yang terletak di balkon kamar mereka. Devita melirik sebentar saja lalu kembali membuang muka seolah tak ingin melihat wajah suaminya lagi. "Aku tahu aku bukan ibu kandungnya. Namun, aku sangat menyayanginya bagai anak kandungku sendiri. Kenapa kau tak sedikitpun hargai pendapat dan perasaanku?" tanyanya dengan suar

