Suara bel berbunyi, membuat Kyana yang baru saja menyelesaikan kewajibannya sebagai umat manusia yang beragama, segera menuju pintu. Ia melihat dari monitor khusus, siapa gerangan yang ada di depan pintu. Saat melihat siapa itu, Kyana tersenyum dan bergegas membukakan pintu untuk si pemilik apartemen yang ia tempati. "Hai," sapa Zeen begitu pintu terbuka. Tak lupa menampilkan senyum manisnya yang tak semua orang bisa melihat itu, apalagi seorang gadis. Setiap kali menampilkan senyum seperti itu pada perempuan, pastinya mereka akan merayunya untuk terus bersama, bukan hanya sekedar untuk duduk berdua saja, melainkan tidur dan bermain bersama secara gratis pun akan ditawarkan. Mereka bangga jika mendapatkan sentuhan-sentuhan nakal dari pria yang mereka incar, apalagi jika itu orang kaya

