Luka yang dialami Reyhan cukup serius. Pukulan yang dilayangkan oleh pak Abimana membuat Reyhan jatuh pingsan sampai tidak sadarkan diri, darah yang mengalir dari sudut bibirnya, juga memar di beberapa titik, membuta Alya menjadi semakin panik. Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Alya duduk duduk di jok penumpang bersama Renyah yang saat ini tergelak tidak berdaya. Alya menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Reyhan, melihat kondisinya saat ini, membuat Alya tidak sabaran ingin segera sampai di rumah sakit. "Cepat, Mas Bram! Kita harus segera sampai di rumah sakit, kasian mas Reyhan," perintah Alya panik dengan melihat kondisi wajah sang suami yang babak-belur, setelah dihajar oleh pak Abimana. "Iya, Alya. Sebentar lagi kita sampai," saut Bram terus melajukan m

