Reyhan menolak untuk dirawat inap. Tetapi, Alya tetap ingin sang suami menjalankan pengobatan di rumah sakit sesuai dengan anjuran dokter, bahkan pengobatan terbaik pun mereka berikan sesuai dengan perintah pak Abimana melalui Bram. Lagi pula, luka di wajahnya yang masih basah, memerlukan penanganan khusus dari ahlinya, mau tidak mau Reyhan pun menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut. Pagi hari. Saat sinar matahari menyeruak masuk melalui kaca jendela yang tidak tertutup oleh tirai, membangun tidur Reyhan karena sinar yang menyilaukan tepat mengenai wajahnya. Begitu ia membuka mata, pemandangan indah langsung tersaji di depan mata, menatap wajah Alya dari jarak yang cukup dekat, di mana saat ini wanita berusia dua puluh tahun yang memiliki paras cantik itu tengah berbaring di sebelah

