Sebuah Permohonan

1323 Kata

Waktu berlalu. Sudah dua hari Reyhan menjalani pengobatan di rumah sakit, sudah dua hari juga pria berusia tiga puluh lima tahun itu tidak juga mendapat kabar dari istri pertamanya, Annisa. Gelisah. Jelas Reyhan merasa gelisah atas perginya sang istri dengan cara yang tidak baik-baik saja. Keributan tempo hari yang menyebabakan ia terpisah dari Annisa, membuat Reyhan menjadi lebih pendiam, sekalipun dia berusaha biasa saja saat bersama Alya. Sakit. Saat raga ada bersamanya, tetapi hati dan pikirannya berada di tempat lain, tempat di mana Annisa berada, yaitu di kediaman orang tuanya. Alya mengabaikan perasaan itu, ia terus bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, dan berusaha baik-baik saja. "Alya," panggil Reyhan yang saat ini tengah duduk di atas sofa, sibuk dengan ponselnya. "Iya, Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN