Sudah lebih dari enam jam Reyhan belum memberikan kabar. Bahkan, pesan yang Alya kirim pun belum mendapat balasan. Ia terduduk di kursi meja makan, terus memperhatikan detik jam bergerak begitu lambat sambil menyangga dagunya ia berpikir, "Apa mas Reyhan tidak akan pulang?" gumamnya dalam hati, membuat rasa takut Alya semakin menyeruak saat mengingat perkataan Bram saat di perjalan tadi. Alya masih setia menunggu, berharap sang suami akan pulang dengan membawa kabar baik, setidaknya pesan yang ia kirim mendapat jawaban. Tidak ingin hanya diam saja, Alya memilih untuk memasak makanan kesukaan Reyhan. Ia beranjak dari duduknya, lalu ke dapur mencari sesuatu yang bisa ia olah. Namun, karena dia baru pagi tadi pulang ke apartemen, Alya tidak memiliki apa pun untuk dimasak, sehingga dengan sa

