Pesan terakhir yang Reyhan kirim untuk Alya, saat ia berbohong berada di rumah ternyata ia berada di sebuah restoran. Setelah itu, selama empat hari, Reyhan tidak juga mengirimi ia pesan, begitu pun dengan Alya yang memilih diam karena tidak mau menganggu waktu mereka berdua. Alya menjalani hari-hari seperti bisanya. Ia menghabiskan waktu di dalam rumah tanpa berinteraksi dengan siapa pun, kecuali Bram yang selalu melihat keadaannya setiap hari. Rasanya itu seperti hampa, perasaan Alya seperti mati, merasa percuma hidup seperti ini. Menjadi istri kedua, menjadi pihak yang selalu disalahkan, mengalami ketidakadilan, rasanya ingin sekali Alya melompat setiap kali ia berada di atas balkon. Ia memejamkan mata, merasakan hembusan angin begitu kencang mendinginkan hati yang beku, menjernihkan

