Alya tidak menyangka dirinya sama sekali tidak melakukan perlawanan saat Reyhan mengecup bibirnya. Dia berdiri di depan cermin rias sambil berpikir, "Pantas saat di kafe Ella sama Dimas mengatakan kalau aku sudah tidak waras, mereka merasa aneh saat aku patuh dengan ucapan mas Reyhan. Pria yang begitu aku benci. Namun, seketika luluh saat aku merasakan ada perubahan pada diri mas Reyhan. Apa anda benar berubah, Tuan? atau hanya berpura-pura menarik perhatianku?" Larut dalam lamunan, Alya segera menyadarkan diri dengan menepuk pipinya, lalu melepaskan baju, sambil berlalu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia berendam di dalam air hangat, melemaskan otot-otot yang tegang setelah seharian penuh berada di luar untuk mencari rumah. Sulit melupakan kejadian tadi. Begitu pun dengan

