Dia memiliki nama lengkap Raziq Pratama, berusia dua puluh lima tahun, bekerja sebagai manager keuangan di salah satu perusahaan ayahnya yang berada di kota Paris. Dia datang ke Indonesia untuk berlibur, sambil menyelesaikan tugas dari sang ayah yang meminta dia untuk menangani proyek besar yang nantinya akan dikelola sendiri olehnya. Tama berdiri di depan pintu gerbang, karen penjaga baru yang bekerja di sana, belum mengenal sosok Tama. Begitu Reyhan datang dan memintanya untuk membuka pintu gerbang. Tama langsung berlari menghampiri sang kakak, memeluknya erat. "Aku sangat merindukanmu, Mas Reyhan." Dia mengangguk seraya membalas pelukannya singkat. "Masuklah," titah Reyhan. Tama menarik kopernya, berhenti di depan satpam yang sudah menguncinya di luar. "Siapa dia mas?" tanya Tama m

