Kabar itu didengar oleh Annisa, dia yang saat ini sedang menyiapkan makan malam, langsung meninggalkan dapur, menghubungi sang suami sambil duduk di kursi meja makan. Belum sempat terhubung, sang suami pun datang dengan wajah sumringah. Ia berjalan menghampiri Annisa, berdiri di depannya sambil tersenyum. "Aku mau bicara." Annisa bergeming, lalu Reyhan meminta asisten rumah tangga yang sedang memasak untuk meninggalkan mereka berdua. Mengikuti perintah sang majikan, mereka mematikan api kompor, lalu pergi. "Alya menerima lamaranku," kata Reyhan tanpa basa-basi, setelah memastikan kalau di sana sudah tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua. Annisa berdiri hendak pergi, tetapi tangannya digenggam oleh Reyhan. "Aku sedang bicara, Nisa." "Aku sudah tau. Jadi lepaskan tanganku!" teg

