Menyerahkan Kebahagiaan

1807 Kata

"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan?" tanya Annisa setelah mereka berada di dalam kamar. Ia duduk di atas sofa, sedangkan Reyhan berdiri sambil memegang selembar kertas di tangannya. "Kertas apa itu?" batin Annisa. Reyhan menyerahkan kertas itu kepada sang istri, lalu Annisa pun mulai membacanya. "Apa? Alya memilih kerja di klub malam?" kejut Annisa setelah membaca inti dari surat tersebut. Di sana dijelaskan bagaimana Alya akan bekerja. Tanpa gaji, tanpa libur, dan hal lain yang tidak pantas ia lakukan. "Kamu keterlaluan, Mas. Bisa-bisanya kamu membuat perjanjian seperti ini. Di mana rasa kemanusiaan kamu?" ucap Annisa dengan berteriak. Ia mendongakan kepalanya ke atas. "Aku memberikan pilihan kepada gadis itu. Bukankah menikah denganku itu jauh lebih baik. Itu kesalahan dia kenapa dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN